Halo, para calon mahasiswa!

Taukah kamu bahwa perubahan dari SMA menuju kuliah akan memiliki banyak perbedaan?

Selain lingkungan yang berbeda, kamu juga akan mempelajari hal yang berbeda pula. Hal yang akan kamu pelajari nantinya akan disesuaikan dengan jurusan yang kamu pilih.

Jurusan yang nantinya kamu pilih juga akan berperan besar dalam menentukan jalan karirmu setelah lulus kuliah.

Diharapkan, apa yang kamu pelajari saat berkuliah dapat diimplementasikan dalam pekerjaanmu nantinya.

Nah, adakah dari kalian yang sudah mulai melirik-lirik jurusan untuk dipilih saat berkuliah nanti?

Salah satu jurusan yang dapat kamu pertimbangkan untuk dipilih, khususnya untuk kamu yang saat ini duduk di jurusan saintek, adalah Jurusan Arsitektur.

Jurusan Arsitektur adalah jurusan yang mempelajari bagaimana merancang suatu bangunan, yang juga mempertimbangkan nilai-nilai estetikanya.

Penasaran dengan jurusan ini? Ada beberapa fakta yang perlu untuk kamu ketahui dulu sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih Jurusan Arsitektur, lho.

Yuk simak 7 Fakta Seputar Jurusan Arsitektur yang Perlu Kamu Ketahui menurut tim Ruangmahasiswa!

1. Belajar Soal Teknik dan Estetika

Sumber gambar: unsplash.com

Biarpun biasanya berada di bawah naungan Fakultas Teknik, namun yang dipelajari di Jurusan Arsitektur tidak melulu mengenai teknik!

Di jurusan ini, kamu akan belajar mendesain bangunan sesuai kebutuhan dengan memperhatikan nilai fungsi, keamanan, dan juga keindahan.

Maka dari itu, kreativitas tinggi diperlukan untuk berkuliah di Jurusan Arsitektur.

Selain itu, pemahaman menggambar, baik 2 dimensi maupun 3 dimensi, serta kemampuan mendesain juga dibutuhkan.

2. Sering Berhadapan dengan Matematika dan Logika

Kreativitas memang penting, namun keahlian dalam mengerjakan matematika juga tidak kalah penting.

Perhitungan yang tepat dibutuhkan untuk membuat suatu bangunan dapat berdiri tegap dan kokoh.

Meskipun mirip dengan Jurusan Teknik Sipil, namun keduanya tetap berbeda.

Di Jurusan Arsitektur, yang akan dibelajari adalah mata kuliah seperti Matematika Arsitektur, Kalkulus, Perancangan Arsitektur, Fisika Bangunan, Struktur Konstruksi Bangunan Gedung, dan sebagainya.

Dengan mata kuliah-mata kuliah tersebut, dibutuhkan juga kemampuan logika berpikir untuk menyelesaikan masalah dengan logis dan tepat.

Persiapkan hal ini sebelum memutuskan untuk masuk ke Jurusan Arsitektur, ya!

3. Prospek Kerja

Nah, hal ini yang mungkin akan diperhatikan oleh teman-teman ketika mempertimbangkan Jurusan Arsitektur sebagai jurusan untuk melanjutkan menganyam pendidikan.

Jurusan Arsitektur memiliki prospek kerja yang bagus lho, karena hampir semua perusahaan properti dan konstruksi membutuhkan jasa arsitek dengan ide dan inovasi baru.

Selain itu, bekerja di instansi pemerintah, menjadi desainer atau konsultan arsitektur, kontraktor dan manajemen proyek juga dapat menjadi pilihan.

Banyak juga dari lulusan Arsitektur yang akhirnya menjadi marketing di bidang properti hingga in house arsitek di perusahaan besar.

Kira-kira, kamu akan menjadi yang mana?

Baca juga: 10 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Menjanjikan di Masa Depan

4. Butuh Peralatan Spesial

Sumber gambar: freepik.com

Pernah dengar nggak, kalau jadi mahasiswa Jurusan Arsitektur itu harus modal?

Sayangnya itu benar guys, karena banyak peralatan-peralatan spesial yang harus kita miliki.

Karena akan berkutat banyak dengan menggambar dan mendesain, tentu alat-alat menggambar yang berkualitas juga dibutuhkan agar tugas-tugas kita dapat terselesaikan dengan baik.

Misalnya, seperti jangka, rapido, watercolor, penggaris segitiga, tabung gambar, kertas-kertas berbagai ukuran, meja gambar, dan lainnya.

Selain alat gambar tradisional tersebut, kalian juga perlu PC atau laptop dengan spesifikasi yang memadai agar dapat lancar memproses berbagai perangkat lunak desain seperti AutoCAD, SketchUp, BIM, dan lain-lain. 

Hmm, coba dipikirkan matang-matang dulu ya sebelum memilih jurusan ini!

5. Butuh Waktu Ekstra dalam Mengerjakan Tugas

Mengingat banyak tugas-tugas yang ajaib yang harus dikerjakan dengan peralatan-peralatan tersebut, artinya kamu perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengerjakannya.

Sebenarnya, semua jurusan perkuliahan pasti akan memberikan tugas yang mau tidak mau harus kita kerjakan dan selesaikan.

Namun, tugas di Jurusan Arsitektur mungkin akan terasa dua kali lebih berat. Hal ini karena kamu harus mengerjakan tugas dengan ekstra hati-hati dan juga detail seperti menggambar atau mendesain dengan laptop.

Tak jarang, hal ini membuat mahasiswa Jurusan Arsitektur sering begadang mengerjakan tugas.

Belum lagi kalau kamu harus mengerjakan tugas maket (membuat semacam miniatur bangunan) yang butuh banyak waktu dalam pengerjaannya.

Sekali salah, terpaksa harus mengulang dari awal!

Hal ini kadang membuat mahasiswa Jurusan Arsitektur sering dibilang “kurang pergaulan” karena jarang memiliki waktu untuk bergaul.

Hmm, jika kamu memang ingin mengambil jurusan ini, harus siap-siap merelakan waktu mainmu, ya!

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Konsentrasi Mengerjakan Tugas

6. Lulus Sarjana, Lanjut Profesi

Layaknya jurusan-jurusan profesi lainnya seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan dan Apoteker, Jurusan Arsitektur juga memiliki program profesi lho.

Jika kamu lulus dari program ini, nantinya kamu tidak hanya akan mendapatkan gelar Sarjana Teknik atau Sarjana Arsitektur, melainkan mendapatkan gelar sebagai seorang Arsitek.

Untuk mendapatkan gelar ini, kamu harus melaksanakan kuliah di Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr).

Program ini dilaksanakan untuk merealisasikan kebutuhan akan lulusan arsitek yang disyaratkan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan Internationale des Architectes (UIA).

Setelah mendapatkan gelar Arsitek (Ars.), artinya kamu sudah bisa bekerja sebagai arsitek atau membuka biro jasa arsitekturmu sendiri, lho.

7. Jurusan Lain yang Mirip dengan Arsitektur

Sumber gambar: pixabay.com

Untuk kamu yang benar-benar menginginkan Jurusan Arsitektur, ada beberapa alternatif jurusan yang mungkin bisa kamu pilih sebagai cadangan karena kemiripannya dengan Jurusan Arsitektur.

Pertama, ada Teknik Sipil yang biasanya paling mendekati dengan Arsitektur.

Meskipun begitu, Teknik Sipil lebih berfokus kepada struktur bangunan yang kokoh, sementara Arsitektur lebih berfokus pada desain bangunan.

Selanjutnya, ada Jurusan Arsitektur Interior yang bisa kalian temui di Universitas Indonesia atau Universitas Ciputra.

Jurusan Arsitektur Interior akan lebih berfokus pada merancang interior dan eksterior dari lingkungan yang dibangun.

Ada juga Arsitektur Lanskap yang bisa kalian temui di Institut Pertanian Bogor, Universitas Trisakti, dan sebagainya.

Jurusan ini mempelajari yang mirip dengan Arsitektur, namun dalam ruang lingkup outdoor dengan skala yang lebih besar.

Terakhir, ada Perencanaan Wilayah dan Kota atau PWK atau yang biasa dikenal dengan Planologi (Urban Planning).

Jurusan ini akan mempelajari dasar-dasar perencanaan, morfologi kota, perpetaan, struktur tanah, transportasi, serta desain.

Jika Arsitektur Lanskap lebih melihat aspek keindahan, Perencanaan Wilayah dan Kota lebih fokus terhadap aspek sosial, ekonomi, dan politik dalam pembangunan tersebut.

Baca juga: 12 Jurusan Kuliah Langka di Indonesia, Penasaran?


Nah, itu dia beberapa fakta mengenai Jurusan Arsitektur yang perlu kamu ketahui!

Bagaimana, sudah siap mendaftarkan diri menjadi mahasiswa Arsitektur?

Penulis Ameni Nazaretha
Mahasiswi Universitas Indonesia

*Artikel ini ditulis dengan berbagai sumber kredibel