Halo, sobat mahasiswa di seluruh Indonesia!

Pernahkah sobat terpikir tentang kampus negeri pertama dan tertua di tanah air?

Sejak era kolonial Belanda, tercatat sudah ada beberapa kampus yang lebih dulu eksis. Pendirian tersebut diprakarsai oleh pemerintah kolonial Belanda yang bekerja sama dengan tokoh-tokoh pejuang bangsa.

Kini, usia kampus-kampus itu ada yang sudah mencapai lebih dari satu abad, loh!

Penasaran? Berikut penulis rangkum 10 Kampus Negeri Tertua di Indonesia. 

1. Universitas Indonesia (UI)

Kampus negeri tertua di Indonesia adalah Universitas Indonesia.

Cikal bakal Universitas Indonesia (UI) bermula dari sekolah tinggi ilmu kesehatan bernama Dokter Djawa School pada tahun 1849.

Pada tahun 1898, sekolah ini kemudian berganti nama menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA). Selama 75 tahun berkiprah, STOVIA akhirnya ditutup dan muncullah Universiteit Indonesie pada tanggal 2 Februari 1950.

Awalnya, UI mempunyai 10 fakultas yang tersebar di lima kota. Di Jakarta, ada Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Hukum dan Ilmu Pengetahuan Masyarakat, serta Fakultas Sastra dan Filsafat.

Di Bandung ada Fakultas Ilmu Alam dan Ilmu Pasti serta Fakultas Ilmu Pengetahuan Teknik. Di Bogor ada Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Kemudian, di Makassar ada Fakultas Ekonomi dan di Surabaya ada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Seiring waktu, fakultas-fakultas di luar Jakarta ini lantas berkembang menjadi perguruan tinggi terpisah antara tahun 1954-1963.

Saat ini, UI mempunyai dua kampus utama di Depok dan Salemba yang menaungi 13 fakultas, ditambah dengan dua program yaitu program pascasarjana dan vokasi. 

Baca juga: Yuk Ketahui 6 Fakta Menarik Universitas Indonesia Berikut!

2. Institut Teknologi Bandung (ITB)

Sumber: news.detik.com

Masih pada zaman kolonial Belanda, pada tahun 1920, berdirilah perguruan tinggi Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS) untuk mencukupi kebutuhan tenaga teknik yang terbatas akibat Perang Dunia pertama saat itu.

Setelah kemerdekaan Indonesia, THS berubah menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung dan dipindahkan ke Yogyakarta.

Sebagai gantinya, berdirilah Universiteit Indonesie (UI) pada tahun 1950 dengan salah dua fakultasnya yaitu Fakultas Teknik serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam.

Sembilan tahun menjadi bagian dari UI, pemerintah Indonesia akhirnya meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung pada tanggal 2 Maret 1959.

Hingga saat ini, ITB sudah mempunyai 7 fakultas dan 5 sekolah. Secara administratif, perbedaan fakultas dan sekolah di ITB hanya sekadar terminologi. 

Di samping itu, ITB juga memiliki tiga lokasi kampus, antara lain kampus Ganesha, kampus Jatinangor, dan kampus Cirebon. Namun, sebagian besar aktivitas tetap dilakukan di kampus Ganesha.

3. Universitas Gadjah Mada (UGM) 

Tahukah sobat kalau Universitas Gadjah Mada merupakan universitas negeri pertama yang berdiri setelah Indonesia merdeka?

Kiprahnya bermula dari pendirian Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada pada tahun 1946. Nama tersebut berasal dari nama Mahapatih Kerajaan Majapahit, Gadjah Mada yang berhasil mempersatukan Nusantara. 

Selanjutnya, melalui penggabungan berbagai balai pendidikan serta sekolah dan perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta, Surakarta, dan Klaten, lahirlah UGM pada tanggal 19 Desember 1949.

Saat itu, UGM hanya mempunyai enam fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra dan Filsafat, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Kedokteran Hewan.

Kini, sudah ada 18 fakultas sekaligus dua sekolah, meliputi Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana yang bernaung di bawah UGM. 

Baca juga: 9 Fakta Menarik UGM yang Jarang Diketahui

4. Universitas Airlangga (Unair) 

Sumber: quipper.com

Sama halnya dengan Universitas Indonesia, Universitas Airlangga juga menyimpan sejarah panjang sejak masa pendudukan Belanda. 

Sekolah dokter pribumi Surabaya bernama Nederlands Indische Artsen Sekolah (NIAS) dan School Tot Opleiding Van Indsiche Tandartsen (STOVIT) yang berdiri pada tahun 1913 dan 1928 lah yang menjadi tonggak lahirnya Unair.

Hingga akhirnya pada tahun 1948, kedua sekolah itu dilebur dan berganti status menjadi cabang dari Universitas Indonesia untuk Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Enam tahun setelahnya, kedua fakultas tersebut “berpisah” dari induknya dan diresmikanlah pendirian Universitas Airlangga. 

Nama “Airlangga” diambil dari pendiri Kerajaan Kahuripan yang juga merupakan anak dari Raja Bali, Udayana.

Pada saat pendiriannya, Unair terdiri atas 5 fakultas, yaitu Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum (cabang dari Fakultas Hukum UGM), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Malang, serta Fakultas Sastra di Denpasar.

Sejauh ini, Unair sudah mempunyai 15 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana yang menempati tiga lokasi berbeda di Surabaya, yaitu kampus Unair A, B, dan C.

5. Universitas Andalas (Unand) 

Universitas Andalas lahir dari hasrat masyarakat Sumatra Barat untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi demi memajukan pendidikan anak bangsa.

Keinginan tersebut akhirnya terwujud pada tahun 1948 dengan berdirinya enam akademi pendidikan yang berlokasi di Bukittinggi.

Keberhasilan ini mendorong sebuah yayasan pendidikan bernama Yayasan Sriwijaya untuk mendirikan Balai Perguruan Tinggi Hukum Pancasila (BPTHP) di Padang pada tahun 1951.

Menyusul Yayasan Sriwijaya, pemerintah lalu mendirikan Perguruan Tinggi Pendidikan Guru, Perguruan Tinggi Negeri Pertanian, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam di Sumatra Barat beberapa tahun setelahnya. 

Kelima fakultas dan perguruan tinggi ini menjadi cikal bakal lahirnya Unand sebagai kampus pertama di tanah Sumatra.

Barulah pada tanggal 13 September 1956, diresmikanlah pendirian Universitas Andalas. Nama tersebut merujuk pada julukan Pulau Sumatra yaitu Pulau Andalas.

Setelah lebih dari setengah abad berdiri, Unand sudah mempunyai 15 fakultas disertai program keprofesian dan pascasarjana.

Di samping itu, Unand juga memiliki tiga kampus, yang berlokasi di Padang (kampus utama), Payakumbuh (kampus II), dan Dharmasraya (kampus III).

6. Universitas Hasanuddin (Unhas) 

Sumber: celebesmedia.id

Berlokasi di ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, Makassar, ternyata Unhas merupakan kampus negeri tertua di kawasan Indonesia timur, lho.

Tonggak sejarah universitas ini dimulai sejak tahun 1947 yang saat itu masih berstatus sebagai cabang Fakultas Ekonomi dari Universitas Indonesia.

Namun, akibat ketidakpastian dan kekacauan yang terjadi di Makassar, fakultas tersebut dibekukan dan baru dibuka kembali enam tahun kemudian.

Sampai pada tanggal 10 September 1956, akhirnya diresmikanlah Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi negeri pertama di Indonesia timur.

Unhas sendiri awalnya dibangun di daerah Baraya, tetapi dipindahkan ke Tamanlanrea pada awal tahun 1980-an.

Saat ini, terdapat 15 fakultas dan sekolah pascasarjana di Universitas Hasanuddin, serta kampus kedua Unhas yang terletak di Sidrap.

Baca juga: 10 Fakta Menarik Universitas Hasanuddin

7. Universitas Diponegoro (Undip)

Tidak selamanya perguruan tinggi negeri berdiri sejak awal sebagai kampus negeri, sobat. Contohnya, Universitas Diponegoro (Undip).

Pada awal tahun 1950-an, terbatasnya jumlah universitas, sementara jumlah lulusan sekolah menengah atas yang semakin meningkat membuat masyarakat Jawa Tengah, khususnya menantikan kehadiran sebuah universitas untuk pendidikan tinggi. 

Menyadari hal tersebut, dibentuklah Yayasan Universitas Semarang sebagai langkah awal lahirnya universitas di Semarang yang bernama Universitas Semarang pada tanggal 9 Januari 1957.

Tiga tahun berselang, Universitas Semarang akhirnya berganti nama menjadi Universitas Diponegoro sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya dalam pembinaan pendidikan tinggi di Jawa Tengah. 

Nama “Diponegoro” sendiri diambil sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan Pangeran Diponegoro di Semarang saat melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda.

Saat itu, ada beberapa fakultas yang sudah berdiri, seperti Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Kini, Undip sudah menaungi 11 fakultas dan 2 sekolah, yaitu sekolah vokasi dan pascasarjana.

Tidak hanya itu, Undip mempunyai kampus utama yang terletak di daerah Tembalang dan Pleburan, juga di Jepara.

8. Universitas Padjadjaran (Unpad) 

Berdirinya Unpad diprakarsai oleh pemuka masyarakat Jawa Barat yang menginginkan keberadaan perguruan tinggi sebagai wadah bagi pemuda-pemudi Jawa Barat dalam mengenyam pendidikan.

Sebetulnya, pada tahun 1950-an, sudah ada beberapa perguruan tinggi yang eksis di Bandung, misalnya ITB. 

Namun, keberadaan ITB saat itu dirasa kurang memadai sebab masyarakat menginginkan universitas negeri yang menyediakan pendidikan dari berbagai disiplin ilmu.

Hingga akhirnya, dibentuklah Universitas Padjadjaran pada tanggal 11 September 1957. Adapun nama “Padjadjaran” merupakan nama dari Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi.

Pada awal pendiriannya, Unpad hanya mempunyai 4 fakultas saja, antara lain: Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 

Sekarang, jumlah fakultas di Unpad sudah menjadi empat kali lipatnya yaitu sebanyak 16 fakultas dan sekolah pascasarjana yang tersebar di kampus Jatinangor Sumedang dan kampus Dipati Ukur Bandung.

9. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Pendirian ITS diawali dari gagasan untuk mendirikan universitas teknologi di Jawa Timur mengingat kebutuhan akan tenaga insinyur untuk melangsungkan pembangunan negeri.

Pada tahun 1957, berdirilah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) sebagai wadah untuk merumuskan tindakan lebih lanjut dalam rangka pendirian Perguruan Tinggi Teknik di Surabaya.

Yayasan tersebut kemudian mendirikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya  pada tanggal 10 November 1957, bertepatan dengan hari pahlawan.

Saat itu, perguruan tinggi ini hanya memiliki dua jurusan, yaitu jurusan Teknik Sipil dan jurusan Teknik Mesin.

Setelah beberapa tahun, perguruan tinggi tersebut akhirnya berubah nama menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Jurusan yang dimiliki pun bertambah tiga, yaitu Teknik Elektro, Teknik Perkapalan, dan Teknik Kimia.

Sekarang, ITS sudah menaungi 7 fakultas dengan lokasi di tiga kampus yang tersebar di Surabaya.

10. Universitas Sumatra Utara (USU)

Kampus negeri tertua di tanah air yang terakhir berada di Pulau Sumatera.

Kiprah Universitas Sumatra Utara diawali dengan berdirinya Yayasan Universitas Sumatra Utara pada tahun 1952.

Pendirian yayasan tersebut bertujuan untuk memenuhi keinginan masyarakat Sumatra Utara akan pendidikan tinggi.

Tepatnya pada tanggal 20 November 1957, USU akhirnya diresmikan oleh Presiden RI saat itu yaitu Ir. Soekarno.

Saat itu, USU terdiri atas tujuh fakultas yaitu lima fakultas di Medan dan dua fakultas lagi di Banda Aceh. 

Seiring perkembangannya, beberapa fakultas di lingkungan USU akhirnya menjadi cikal bakal kelahiran tiga perguruan tinggi negeri lainnya.

Sebut saja, Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, Universitas Negeri Medan dan Politeknik Negeri Medan di Medan sendiri.

Hingga saat ini, sudah ada 15 fakultas yang dimiliki USU dan dua kampus, yaitu kampus Padang Bulan sebagai kampus utama dan kampus Kwala Bekala.


Nah, itu dia 10 kampus negeri tertua di tanah air.

Tentunya, sejarah panjang yang dilalui itulah yang membawa kampus-kampus tersebut hingga ke titik saat ini.

Jangan lupa terus ikuti media Ruang Mahasiswa biar sobat selalu update akan berbagai info menarik lainnya!

Penulis Willy Dinata
Mahasiswa Universitas Gadjah Mada

*Artikel ini ditulis dengan berbagai referensi terpercaya seperti okezone dan Good News From Indonesia