Mungkin kalian bingung dan berpikir-pikir setelah melihat judul di atas. Tidak usah bingung. Pada tulisan kali ini, saya akan membagikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk kalian yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah.

Ketika sedang masuk kuliah, kita harus dong mendengarkan apa yang dijelaskan oleh dosen. Tapi, apakah cukup dengan hanya mendengarkan? Kita harus tau bahwa ilmu tidak bisa masuk ke otak secara sekaligus. Oleh karena itu, kita harus mencatat poin-poin penting dari apa yang disampaikan oleh dosen supaya ilmunya tidak hilang begitu saja.

Berbicara tentang catat-mencatat, apakah kalian pernah mendengar istilah Cornell Note System? Mungkin masih asing di telinga kalian. Cornell Note System adalah sebuah metode penulisan catatan yang sangat efisien.

Metode ini dikemukakan oleh Walter Pauk yang merupakan seorang professor di Cornell University. Penggunaan metode pencatatan ini dijabarkannya di buku best seller-nya yang bernama How to Study in College.

Baca juga: 4 Langkah Supaya Mahasiswa Bisa Fokus Belajar di Luar Perkuliahan

Nah, bagaimana cara kerja Cornell Note System? Penasaran kan? Mari kita simak di bawah ini.

Bagian-bagian kertas untuk Cornell Note System

Sumber: pinterest.com/carrieblackman/cornell-notes/

Pertama-tama, kertas tempat kalian mencatat dibagi menjadi 3 bagian, 2 kolom dan 1 baris di bagian paling bawah. Kolom sebelah kanan harus lebih lebar dari kolom sebelah kiri, misalnya 70:30. Baris paling bawah tepat berada di bawah kedua kolom tersebut.

Ketika kalian ingin mencatat poin-poin penting dari suatu materi, misalnya dari slide atau penjelasan dosen, catatlah di kolom sebelah kanan. Gunakan kata-kata yang singkat dan jelas. Jika sebuah kata bisa diganti dengan simbol, itu lebih baik.

Setelah itu, di kolom sebelah kiri, kalian bisa mengisinya dengan pertanyaan atau kata kunci yang berkaitan dengan poin-poin yang ada di kolom sebelah kanan. Kolom ini sangat berguna karena ketika kita ingin me-review catatan kita ke depannya, kita bisa tahu dengan mudah apa-apa saja yang dibahas di catatan tersebut.

Contoh sederhana, di kolom sebelah kanan terdapat beberapa poin, misalnya “Bill Gates lahir pada tanggal 28 Oktober 1955 di Seattle, Washington, Amerika Serikat” dan “Bill Gates merupakan investor, filantropis, dan pendiri Microsoft”. Maka, di kolom sebelah kiri, kita bisa menulis pertanyaan “Kapan & dimana Bill Gates lahir?” dan “Siapakah Bill Gates?”. Selain pertanyaan, kita juga bisa menulis kata kunci “Kelahiran Bill Gates” dan “Karir Bill Gates”.

Kemudian, baris di bagian paling bawah kertas berisi ringkasan dari catatan yang kita tulis. Kita perlu menyisakan space sekitar 5-7 baris atau 5 cm untuk baris ini. Jadi, ketika ingin belajar untuk ujian atau sekedar me-review, kita sudah memiliki gambaran singkat dan jelas tentang materi yang dipelajari. Pastinya sangat menghemat waktu saat belajar.

Illustrasi Cornell Note System

Sumber: medium.goodnotes.com

Baca juga: 7 Tips Manajemen Waktu untuk Mahasiswa

Jika kalian menggunakan kertas polos untuk mencatat, kalian harus membagi kertas menjadi 4 bagian dengan 1 bagian di paling atas kertas untuk menulis judul, tanggal, dan lain-lain. Berbeda dengan kertas bergaris yang sudah menyediakan bagian tersebut.

Nah, sudah mengerti belum cara kerja Cornell Note System? Gampang kan? Metode pencatatan ini memang sangat efisien bagi pelajar/mahasiswa untuk lebih mengerti materi yang disampaikan guru/dosen. Metode ini membuat kita mudah mengingat apa yang sudah kita pelajari terutama saat menghadapi ujian.

Cornell Note System bukan hanya bisa digunakan saat jam pelajaran di sekolah atau sedang kuliah. Ketika kita menonton film, mengikuti seminar atau workshop, membaca buku, kita juga bisa menggunakan metode ini untuk mencatat hal-hal yang penting.

Jadi, bagi kalian yang sering berhubungan dengan catat-mencatat, cobalah metode pencatatan ini ya. Mana tau metode ini sangat membantu kalian dalam mencatat dan belajar.

Hosting Unlimited Indonesia

Baca juga: 5 Aplikasi yang Dapat Bantu Mahasiswa Belajar