Halo, sobat mahasiswa / i di seluruh Indonesia!

Apakah kamu sedang atau sudah mengambil mata kuliah metodologi penelitian? Atau kamu sedang mengambil mata kuliah tugas/akhir atau skripsi?

Tugas akhir atau skripsi adalah puncak darii perkuliahan untuk bisa menyelesaikan pendidikan di tingkatan perguruan tinggi, terutama untuk strata 1

Tak jarang kita mendengar keluhan dari teman atau kakak tingkat merasa kesulitan dalam menentukan topik dan judul skripsi.

Namun, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk mempersiapkan diri agar terhindar dari stress.

Penasaran? Yuk simak cara menentukan topik atau judul skripsi di bawah ini!

1. Mengetahui Topik yang Dikuasai dan Diminati

Sumber gambar: freepik.com

Pengerjaan skripsi tentu tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu malam. Kamu memerlukan waktu yang cukup agar dapat menghasilkan skripsi yang baik. Bisa jadi 3 bulan, 1 semester, 1 tahun bahkan 2 tahun lebih juga ada hehe…

Oleh karena itu, ide dan semangat sangatlah penting dalam proses pengerjaan skripsi. Semakin cepat pastinya semakin baik.

Apakah kamu pernah merasa bersemangat saat mengerjakan sesuatu yang kamu minati walau harus menghabiskan waktu berjam-jam?

Sebelum kamu menentukan topik dan judul skripsi, coba renungkan pertanyaan ini.:

Dari semua kelas yang kamu hadiri, apa pembahasan yang paling menarik bagimu? Topik apa yang membuatmu tertarik, penasaran dan ingin mencari tahu lebih dalam?

Misalnya, kamu seorang mahasiswa jurusan sastra inggris yang berkonsentrasi dalam Ilmu Linguistik.

Ketika dosenmu menjelaskan tentang IPA atau international phonetic number, kamu merasa tertarik dan penasaran. Akhirnya kamu mencari tahu lebih dalam mengenai IPA.

Kalau kamu mengerjakan apa yang kamu minati, kamu tidak perlu mengeluarkan energi terlalu banyak untuk “mengumpulkan niat”.

Kamu juga akan dapat lebih fokus pada 1 bidang itu, alih-alih memiliki fokus yang terpencar karena belum menemukan bidang spesifik. 

Selain mengetahui minatmu, hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui topik yang kamu kuasai.

Misalnya, kamu seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi dan kamu menguasai teori semiotik, maka kamu dapat mengembangkan topik skripsi yang berhubungan dengan semiotik.

Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan agar Skripsi tidak Menjadi Beban

2. Mencari Referensi Judul dari Skripsi yang Telah Ada

Apakah kamu merasa kewalahan saat menentukan judul skripsi karena ada begitu banyak topik yang tersedia, namun kebingungan menentukan judul yang tepat?

Kalau kamu pernah merasa seperti itu, kamu bisa mencoba untuk mencari referensi dari skripsi yang sudah ada.

Cobalah berkunjung ke perpustakaan di kampusmu dan membaca naskah skripsi dari kakak tingkat atau alumni – alumni yang sudah lulus sebelum kamu.

Kamu juga bisa mencari naskah skripsi milik mahasiswa kampus lain di internet. 

Jangan lupa, perhatikan juga apakah naskah skripsi yang kamu baca sesuai dengan jurusanmu. Supaya kamu dapat menemukan judul dengan efektif.

Namun, yang perlu kamu ingat adalah naskah skripsi yang kamu baca hanya boleh dipergunakan sebagai sumber inspirasi, bukan untuk di-copy paste, ya!

Karna inti dari skripsi adalah orisinalitas tulisan, termasuk dimuali dari judul skripsi tidak boleh sama

Karena plagiat merupakan tindakan tidak terpuji dan nantinya kamu bisa mendapat sanksi akademik hingga gelar sarjana atau diploma kamu bisa dicabut.

3. Perbanyak Bahan Bacaan 

Hal lain yang dapat kamu lakukan adalah memperbanyak bahan bacaan. Jika kamu ingin menulis sesuatu, pastinya kamu perlu memiliki pengetahuan yang cukup.

Nah, oleh karena itu, kamu perlu lebih sering membaca dan memperluas bahan bacaan agar kamu dapat melahirkan ide baru, sekaligus menguasai topik yang nantinya kamu angkat dalam skripsimu.

Selain mencari ide dari membaca naskah skripsi, kamu juga dapat membaca jurnal ilmiah, majalah ilmiah dan berita.

Perhatikan dan cermati jurnal ilmiah yang kamu baca. Umumnya, suatu jurnal memiliki gap atau suatu kekurangan. Kamu dapat memanfaatkan celah tersebut menjadi tema skripsimu.

Jika kamu membaca berita dan majalah ilmiah, kamu memperoleh informasi yang dapat memancing otakmu untuk melahirkan ide penelitian.

Carilah berita terbaru atau yang sedang hangat dibicarakan dan dapat memberikan manfaat apabila kamu mengangkatnya menjadi topik penelitian skripsi.

Pastikan juga apakah kamu memperoleh berita tersebut dari sumber yang terpercaya ya, sobat!

Baca juga: 5 Manfaat Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Jurnal

4. Diskusi dengan Kakak Tingkat

tips untuk menentukan judul skripsi
Sumber gambar: pexels.com

Bagi kamu yang aktif berorganisasi di kampus, mungkin kamu sudah terbiasa bekerja sama dengan siapa saja termasuk kakak tingkat.

Oleh sebab itu, tidak ada salahnya kamu mencoba untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dengan mereka soal skripsi.

Kamu bisa meminta kakak tingkat untuk bercerita sedikit tentang skripsinya, dari mana dia mendapatkan ide skripsi? Tahapan apa yang dia lalui saat pengerjaan skripsi?

Jika kamu sudah memiliki ide tetapi merasa ragu untuk menjadikannya topik skripsi, kamu bisa ceritakan idemu ke kakak tingkat lalu minta pendapat dan saran dia.

Masukan kakak tingkat dapat memberi pencerahan di saat kamu sedang buntu.

5. Aktif Menghadiri Seminar Proposal dan Seminar Hasil

Apakah kamu pernah diundang kakak tingkatmu untuk menghadiri “sempro” atau “semhas”? Jangan tolak undangan tersebut ya, sobat!

Atau inisiatif aja untuk ikut hadri dalam seminar proposal dan seminar hasil kakak tingkat atau teman – teman yang lain yang sudah duluan dari kamu. 

Dengan menghadiri seminar tersebut kamu akan paham pola penelitian, cara menemukan masalah, solusi, dan alasan penentuan judul dan topik. Kamu juga bisa belajar cara bagaimana merancang metode yang benar.

Tidak jarang mahasiswa merasa mager dan tidak tertarik untuk menghadiri seminar tersebut, tetapi sebenarnya 2 seminar itu akan sangat membantumu di masa pengerjaan skripsi loh!

Dengan menghadiri sempro dan semhas kakak tingkat, kamu mendapat gambaran seperti apa proses sempro dan semhas, jadi kamu tidak akan terlalu deg-degan saat giliranmu tiba.

Baca juga: 10 Tips agar Cepat Menyelesaikan Skripsi

6. Meminta Masukan dari Dosen

Hal terakhir yang tidak kalah penting adalah berdiskusi dengan para bapak/ibu dosen, terutama calon dosen pembimbing yang kamu targetkan.

Mungkin kamu belum mengetahui secara pasti siapa yang akan menjadi dosen pembimbingmu kelak.

Nah, maka dari itu, ada baiknya kamu menjalin hubungan baik dengan semua dosen supaya nanti ketika dosen pembimbingmu sudah ditetapkan, kamu dapat berkonsultasi dengan nyaman.

Cobalah kenali sifat tiap dosen kemudian lakukan pendekatan yang sesuai. Jika kamu ingin meminta masukan dari dosen untuk topik dan judul skripsimu, cobalah kontak mereka dan tanyakan kapan mereka bersedia.

Pastikan kamu menggunakan bahasa yang sopan saat membuat janji, ya.

Baca: Ketahui 8 Tips dan Trik Ini agar Chat-mu Dibalas Dosen!

Itulah 6 cara untuk menentukan topik dan judul skripsi. Selain mengikuti cara menentukan judul atau topik skripsi di atas, jangan bosan mencari referensi dari berbagai sumber dan berkonsultasi, ya!

Yakin dengan dirimu, kamu sudah melewati proses perkuliahan sejauh ini. Kamu pasti bisa menyelasikan skripsimu!


*Artikel ini ditulis berdasarkan referensi valid dari beberapa media online terpercaya seperti kompas.com, idntimes.com, kumparan.com, hipwee.com dan lainnya.

Penulis Felicia
Mahasiswa Universitas Kristen Krida Wacana