Dalam beberapa tahun terakhir, angka peminat SMK di berbagai wilayah di Indonesia kian meningkat. SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan adalah salah satu pilihan SMA yang fokus pada pembekalan keterampilan dan ilmu-ilmu terapan, seperti teknik, ekonomi, pariwisata, dan lain-lain.

Secara materi, sebenarnya siswa SMK juga melumat berbagai mata pelajaran yang dipelajari siswa SMA, hanya saja tidak terlalu mendalam dan juga disertai dengan pendidikan vokasi tentang jurusan yang ia pilih.

Pendidikan vokasional di SMK juga lebih mengedepankan metode praktik ketimbang materi. Ada istilah bahwa di SMK 70% praktikum dan hanya 30% materi. Hal ini tidak mengherankan, karena apabila kita melihat tujuan dari diciptakannya SMK sendiri adalah untuk mempersiapkan anak-anak muda Indonesia agar siap untuk bekerja selepas tamat dari pendidikan menengah atas.

Hal ini pula yang menjadi kelebihan siswa SMK jika dibandingkan dengan siswa SMA maupun MA.

Namun, fakta ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat, khususnya bagi para orangtua dan lulusan SMK itu sendiri.

Perdebatan ini mencuat ketika dilema menghantui para lulusan SMK, apakah harus langsung bekerja sesuai dengan tujuan dari SMK itu sendiri atau melanjutkan studi untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas.

Ditambah lagi ada data bahwa tingkat pengangguran paling tinggi itu berada dari lulusan SMK. Ada pun Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) SMK mencapai 8,49%. TPT ini adalah indikator pengukur tenaga kerja yang tidak diserap oleh pasar kerja. Artinya dari data ini, dari 100 angkatan kerja lulusan SMK ada sekitar 5 orang yang pengangguran. (katadata.co.id)

Nah, sobat mahasiswa, di sini  saya telah merangkumnya dalam p0in – poin Alasan Mengapa Lulusan SMK Harus Lanjut Kuliah.

1. Persaingan ketat

Alasan pertama dan yang paling utama mengapa anak SMK harus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah untuk menghindari persaingan yang sangat ketat pada bursa tenaga kerja.

Fakta menunjukkan nih sobat, bahwa label lulusan SMK tidak serta merta dapat menjamin seseorang akan mudah mendapatkan pekerjaan. Menurut data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2019, justru angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) para lulusan SMK merupakan yang tertinggi diantara jenjang pendidikan lainnya.

TPT lulusan SMK pada 2019 berada di angka 10.42%. Sementara para lulusan D3 dan S1 berada jauh dibawahnya. Lulusan D3 mencatat angka 6% dan lulusan S1 sebesar 5.8%.

Baca: Rekomendasi Jurusan Kuliah untuk Anak IPA

2. Peluang karir yang lebih beragam

Peluang karir yang tersedia bagi para lulusan pendidikan tinggi jauh lebih luas dan banyak dibandingkan dengan para lulusan SMK.

Pada umumnya, pilihan karir yang tersedia bagi para lulusan SMK hanya berkisar pada pekerjaan-pekerjaan low skilled, dimana membutuhkan jerih payah yang cukup memakan waktu dan tenaga untuk menapaki jenjang karir yang lebih tinggi.

Selain itu, pilihan karir bagi para lulusan SMK juga pada umumnya harus sesuai dengan program studi yang ia ambil saat sekolah dulu. Seperti lulusan Teknik Komputer dan Jaringan hanya dapat bekerja di perusahaan telekomunikasi atau yang terkait dan lulusan Teknik Kendaraan Ringan hanya dapat bekerja di perusahaan otomotif atau yang terkait.

Ada istilah yang mengatakan bahwa “pekerjaan terbaik adalah hobi yang dibayar”. Maka, buat kamu yang merasa ‘salah jurusan’ ketika SMK dulu, berkuliah adalah pilihan terbaik yang dapat kamu ambil.

Baca juga: 7 Hal Yang Dapat Dilakukan Mahasiswa Jika Salah Jurusan

3. Kesempatan mengeksplor ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang lebih luas

lulusan SMK harus kuliah

Sumber gambar: unibi.ac.id

Fenomena ‘salah jurusan’ tidak hanya terjadi di dunia kampus. Kenyataannya, saat berada di tahun kedua atau ketiga juga banyak siswa-siswi SMK yang juga merasakan fenomena ini. Alasannya beragam, mulai dari jurusan yang tidak sesuai dengan ekspektasi hingga paksaan dari orang tua.

Nah sobat, khususnya kamu yang merasa salah jurusan ketika SMK dulu, melanjutkan perjalanan akademikmu ke jenjang kuliah adalah hal yang sangat tepat. Hal ini dikarenakan kamu dapat ‘berbelok’ kembali ke jalan yang kamu anggap paling cocok dalam menuju ke kesuksesanmu.

Kamu akan mendapat kesempatan untuk mengeksplor berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang belum pernah kamu dapatkan sebelumnya.

Kamu bisa memilih kembali jurusan yang memang ingin kamu pelajari dan kamu kuasai sesuai dengan keinginanmu. Lewat jurusan yang kamu pilih, kamu akan mendapatkan banyak sekali ilmu pengetahuan dan keterampilan yang tidak kamu dapatkan di bangku sekolah.

Hal ini dikarenakan sistem pembelajaran di bangku kuliah yang sangat berbeda dengan sekolah. Saat duduk di bangku kuliah, kamu akan mendapatkan fakta waktu kegiatan belajar di kelas yang relatif lebih sedikit jika dibandingkan di bangku sekolah dulu.

Di bangku kuliah, biasanya mahasiswa hanya menghabiskan 3-4 jam di kelas setiap harinya. Di beberapa kampus lainnya, adapula yang hanya mewajibkan mahasiswanya untuk hadir selama 4 hari dalam seminggu.

Oleh karena itu, akan ada banyak sekali waktu luang yang dapat kamu gunakan untuk mengembangkan diri kamu. Buat kamu yang tertarik dengan dunia akademis, kamu bisa menghabiskan waktu untuk berdiskusi, membaca buku di perpustakaan ataupun melakukan penelitian ilmiah.

Untuk kamu yang lebih tertarik ke pengembangan softskill, kamu bisa bergabung dengan banyak organisasi atau mengikuti kegiatan kepanitiaan di berbagai acara kampus.

4. Pengalaman non-akademis

Menjadi seorang mahasiswa tidak hanya tentang belajar dan melakukan riset. Kamu juga akan memasuki ‘dunia baru’ atau ‘dunia transisi’ sebelum kamu masuk ke realitas dunia yang sesungguhnya.

Organisasi kampus dan kepanitiaan acara merupakan bagian integral dari kehidupan seorang mahasiswa.

Organisasi yang tersedia di kampus jauh lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan yang ada di sekolah, ada BEM, SEMA, DEMA, UKM, HMJ dan lain-lain tergantung dengan kebijakan kampus masing-masing.

Dunia kampus juga identik dengan berbagai acara dan kegiatan. Kegiatannya beragam, mulai dari seminar, perlombaan hingga festival musik. Dalam prosesnya, kamu bisa terlibat aktif dengan bergabung dalam kepanitiaan kegiatan tersebut.

Memiliki berbagai pengalaman non-akademis seperti ini dapat membuatmu unggul secara pengalaman dan softskill dibandingkan dengan pesaingmu di dunia kerja nanti, karena kamu akan dibekali dengan banyak kemampuan, mulai dari komunikasi, membangun jaringan, bekerja sama dalam tim, berpikir kritis dan berkolaborasi bersama pihak-pihak eksternal.

5. Jalan untuk berkarir di dunia akademik

jenjang karir setelah kuliah

Sumber gambar: infeed.id

Dunia akademik dalam beberapa tahun terakhir masih menjadi idaman, khususnya buat kamu yang ingin mengabdikan diri untuk mendidik dan mencerdaskan generasi muda bangsa.

Untuk menjadi seorang akademisi yang handal tentu kamu perlu menempuh jenjang pendidikan yang setinggi-tingginya. Mengambil program sarjana merupakan syarat wajib yang harus kamu penuhi sebelum mengambil program magister dan doktoral untuk menjadi pakar/ahli di bidang yang kamu sukai, sobat!

6. Kepastian pekerjaan

Keuntungan yang terakhir adalah kepastian pekerjaan. Seperti yang sudah dipaparkan di poin nomor satu, lulusan SMK tercatat sebagai penyumbang tertinggi bagi angka tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.

Ada fakta bahwa kebanyakan perusahaan akan gencar mencari lulusan SMK yang baru tamat atau fresh graduate. Tentu hal ini terdengar sangat menarik dan menjanjikan. Hal ini pula yang menjadi daya tarik utama SMK, yaitu untuk menjamin lulusannya langsung bekerja usai tamat sekolah.

Namun, nyatanya tingginya permintaan atas fresh graduate dari SMK itu tidak disertai dengan jaminan dan prospek pekerjaan yang jelas. Terjadi banyak kasus dimana seorang lulusan SMK dipecat dari pekerjaannya ketika sudah menginjak usia 22 tahun, karena digantikan oleh para fresh graduate terbaru dari SMK.

7. Kamu tetap bisa menghasilkan

Selain keenam keuntungan yang dapat kamu nikmati ketika memilih untuk berkuliah, kamu juga tidak perlu khawatir mengenai penghasilan.

Banyak lulusan SMK yang menolak untuk berkuliah karena ingin fokus bekerja sehingga tidak ingin belajar di institusi pendidikan formal lagi.

Kenapa banyak lulusan SMK masih menolak untuk berkuliah?

Motivasinya beragam, mulai dari idealisme untuk menabung sejak dini hingga dorongan dari keadaan yang memang tidak memungkinkan untuk bisa memenuhi biaya kuliah. Meski begitu, sebenarnya ada banyak alternatif yang dapat kamu ambil untuk tetap berkuliah sambil menghasilkan.

Tiga cara yang paling umum digunakan adalah bekerja sambil kuliah yaitu:

1. Bekerja

Bekerja sambil kuliah merupakan pilihan terbaik buat kamu yang membutuhkan penghasilan stabil untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau ingin membantu kondisi finansial keluarga. Pada saat ini, cukup banyak kampus-kampus swasta yang menyediakan kelas karyawan dengan waktu fleksibel yang bisa kamu sesuaikan dengan waktumu untuk bekerja.

2. Menjadi pekerja lepas / freelancer

Menjadi pekerja lepas. Buat kamu lulusan yang memang sudah memiliki kemampuan mumpuni ketika duduk di bangku SMK, menjadi pekerja lepas atau freelancer bukanlah pilihan yang buruk. Menjadi pekerja lepas memiliki beberapa keuntungan, diantaranya waktu berburu uangmu dapat kamu sesuaikan dengan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen sesuai dengan keinginanmu.

3. Berwirausaha

Sementara cara ketiga adalah dengan berwirausaha. Wirausaha dapat kamu lakukan dimanapun selama tempat itu memungkinkan. Kamu dapat mulai membuka usaha kecil-kecilan di rumah atau mencoba peruntungan dengan berjualan di kampus.

Keuntungan berwirausaha sama dengan menjadi seorang pekerja lepas, hanya saja kamu tidak perlu memiliki kemampuan khusus kecuali kemampuan dalam pemasaran produk atau barang yang kamu jual.

Baca juga: 9 Pekerjaan Bergengsi yang Dapat Kamu Tekuni Sewaktu Mahasiswa

Nah, itulah 7 Alasan Mengapa Lulusan SMK Harus Lanjut Kuliah. Semoga ini bisa jadi bahan pertimbanganmu, ya sobat!

Namun, semua keputusan tetap berada di tanganmu, tetaplah ambil keputusan yang terbaik menurutmu untuk menggapai impianmu! Dalam beberapa tahun terakhir, angka peminat SMK di berbagai wilayah di Indonesia kian meningkat.

SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan adalah adalah pilihan tepat untuk fokus pada pembekalan keterampilan dan ilmu-ilmu terapan, seperti teknik, ekonomi, pariwisata, dan lain-lain.

Hanya saja melihat tingkat persaingan kerja yang makin ketat, bahkan lulusan kuliah pun makin kesusahan untuk mendapatkan kerja yang formal pada era sekarang, pilihan untuk kuliah seharusnya pilihan yang baik untuk kamu pertimbangkan