Halo sobat mahasiswa!

Tidak terasa tahun ajaran baru akan segera dimulai. Itu artinya, dimulai kembali pula kesempatan kamu untuk memperoleh beasiswa.

Salah satu beasiswa paling populer untuk mahasiswa S1 adalah beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA).

Selama beberapa tahun belakangan, beasiswa PPA ini diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) yang bekerja sama dengan PTN dan PTS di Indonesia.

Meskipun persyaratannya tidak terlalu sulit, namun kamu harus bersaing dengan ribuan bahkan puluhan ribu mahasiswa lain di kampusmu untuk mendapatkan beasiswa ini, sobat!

Oleh karena itu, dalam artikel kali ini Ruang Mahasiswa telah mewawancarai Nabila Azima Putri, salah satu penerima beasiswa PPA untuk periode 2019-2020 yang lalu dari Universitas Diponegoro.

Penasaran? Kuy, simak hasil wawancara berikut ini!

Coba jelaskan secara singkat dong Kak, apa itu beasiswa PPA?

Beasiswa PPA itu sebenarnya mirip beasiswa lainnya, dimana setiap orang yang menerima beasiswa tersebut akan mendapatkan bantuan berupa keringanan biaya pendidikan.

Tapi memang, PPA ini salah satu beasiswa yang cukup terkenal. Ada beberapa hal sebenarnya yang membuat PPA ini jadi populer.

  • Pertama, beasiswa ini disediakan langsung oleh pemerintah melalui Kemenristekdikti sehingga bisa menjalin kemitraan dengan hampir seluruh PTN dan PTS di Indonesia.
  • Kedua, kuota yang disediakan untuk beasiswa ini juga cukup besar, bahkan mungkin salah satu paling besar karena untuk tahun 2019 lalu aja total penerimanya lebih dari 100 ribu mahasiswa se-Indonesia.

Gimana ceritanya bisa mendapatkan beasiswa informasi tentang beasiswa PPA, Kak?

Ceritanya bisa mendapatkan beasiswa PPA itu pada awalnya diberitahu oleh salah satu kakak tingkat yang udah pernah mendapatkan beasiswa iyu ketika ada acara kumpul organisasi.

Kebetulan aku aktif di BEM fakultas bidang sosial kemasyarakatan. Nah, ga lama kemudian akun instagram BEM fakultas ngasih info kalau pendaftaran beasiswa PPA sudah dibuka.

Jadi, seketika itu juga aku langsung buka linknya, isi formulir dan melengkapi seluruh persyaratannya.

jenis beasiswa di perguruan tinggi

Baca: 4 Tips dan Tahapan Umum Mendapat Beasiswa

Syarat dan ketentuan untuk bisa dapat beasiswanya apa saja sih, Kak?

Kalau syarat dan ketentuan untuk mendapatkan beasiswanya secara umum ada banyak sih, tapi ga terlalu beda dengan syarat dan ketentuan beasiswa-beasiswa lainnya, seperti IP yang harus mencukupi dan juga punya banyak pengalaman organisasi atau kepanitiaan.

Prestasi akademik seperti sering mengikuti atau memenangi lomba esai, LKTI atau debat juga menjadi nilai tambah.

Nah, tapi dari pengalamanku sendiri ada beberapa dokumen yang menjadi syarat pengajuan beasiswa dan harus dilengkapi. Syaratnya itu antara lain:

  • Rekening listrik dalam tiga bulan terakhi
  • Rekening air dalam tiga bulan terakhir
  • Proposal PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)
  • Rekening BNI cabang daerah tempat universitas kamu berada
  • Slip gaji orang tua
  • Surat berkelakuan baik yang dikeluarkan oleh universitas atau fakultas
  • Surat keterangan mahasiswa aktif
  • Surat tidak mendapatkan beasiswa lain
  • Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)

Baca: 14 Beasiswa Populer untuk Kuliah S1

Keuntungan apa saja yang didapatkan selama menerima beasiswa PPA?

Beasiswa PPA itu sangat membantu, khususnya untuk memenuhi biaya hidup ataupun biaya pendidikan. Selama 1 tahun atau 2 semester, aku mendapatkan uang sebesar 4,8 juta.

Jadi, dalam satu semester aku menerima 2,4 juta yang dapat digunakan untuk membayar biaya pendidikan ataupun biaya hidup, seperti kosan, uang transport, uang makan, dan lain-lain.

Bermanfaat banget sih, karena bisa tetap kuliah di luar kota tanpa ngebebanin orang tua lagi.

Apa nih Kak sarannya buat teman-teman yang mau coba apply beasiswa PPA?

Wah saran, ya. Oke deh,

1. Rajin – rajin ikut PKM

sarannya buat teman-teman yang mau coba ngajuin beasiswa PPA mulai dari sekarang rajin-rajin ikut PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).

Tiap tahun kan pemerintah selalu mengadakan PKM tuh, teman-teman boleh ikut baik ngebentuk tim sendiri ataupun gabung sama senior-senior yang lebih berpengalaman untuk belajar menyusun proposal PKM.

Jadi, ketika diminta melengkapi syarat berupa proposal PKM teman-teman sudah terbiasa.

2. Update informasi beasiswa

memiliki blog membantu mahasiswa menambah penghasilan

Source: pixabay.com

Lalu, teman-teman juga harus rajin-rajin mencari informasi mengenai beasiswa. Sekarang ada banyak banget akun yang menyediakan informasi seputar beasiswa, baik akun-akun di media sosial yang memang sering update informasi beasiswa maupun akun-akun organisasi kampus kayak BEM universitas atau BEM fakultas.

Jangan pernah bosan untuk mantengin akun-akun tersebut supaya teman-teman tetap bisa up-to-date.

3. Segera buka rekening BNI di kampus

Selanjutnya, jangan malas untuk buka rekening BNI baru di daerah kampus kalau kamu belum punya.

Karena memang akun BNI itu salah satu syarat wajib untuk bisa dapetin beasiswa ini dan kamu ga bakal dapat kalau ga memenuhi syarat wajibnya.

4. IPK minimal 3.0

Yang terakhir tapi gak kalah penting, kamu harus rajin belajar agar mendapatkan IPK di atas tiga.

Tapi, rajin belajar bukan berarti kamu harus menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang, kuliah-pulang) yang hanya pergi ke kampus untuk belajar di dalam kelas lalu pulang ke rumah atau kos.

Kamu juga harus aktif di organisasi. Ada buanyak pilihan organisasi yang bisa kamu masuki di dalam kampus, kamu tinggal pilih mana yang paling cocok.

Baca: 7 Langkah Mendapatkan Beasiswa Kuliah

Misalnya takut nggak bisa berkomitmen di dalam organisasi karena masa kepengurusan yang relatif lama kamu bisa ikut menjadi panitia acara kampus atau kerelawanan. Ada banyak kok kegiatan atau event kampus yang bisa kamu ikuti.


Nah itulah teman – teman cara dan tips mendapatkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademi) dari salah satu mahasiswa yang sudah mendapatkan dan menerima beasiswa ini berdasarkan pengalamannya.

Semoga bermanfaat dan membantu kamu untuk bisa juga meraih beasiswa PPA ini ya.