Halo sobat mahasiswa!

Pada kesempatan kali ini, tim Ruang Mahasiswa akan menyuguhkan artikel yang sedikit berbeda.

Jika biasanya artikel yang diberikan berupa tips dan trik ataupun informasi-informasi seputar perkuliahan yang kamu butuhkan, maka pada artikel kali ini tim Ruang Mahasiswa akan memberikan pemahaman kepada kamu mengenai esensi dari mahasiswa itu sendiri.

Harapannya, dengan memahami esensi dari mahasiswa, maka kamu dapat lebih memahami peran dan tanggung jawab kamu sebagai seorang mahasiswa.

Dengan begitu, maka fungsi dari mahasiswa yang melekat pada diri kamu (atau akan melekat bagi kamu calon mahasiswa) dapat dijalankan dengan lebih maksimal.

Yuk, tanpa basa-basi lebih lama, kita simak artikel di bawah ini!

Definisi Mahasiswa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi.

Sementara itu, Sarwono menyatakan mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya, karena adanya ikatan dengan suatu perguruan tinggi.

Berdasarkan 2 pengertian di atas, dapat kita pahami bersama bahwa mahasiswa adalah sekelompok orang dalam sebuah masyarakat yang memperoleh predikatnya karena belajar di sebuah perguruan tinggi.

Perguruan tinggi disini sendiri beragam, dari mulai universitas, institut, politeknik, sekolah tinggi, dan lain-lain.

Baca juga: 5 Jenis Pendidikan Tinggi di Indonesia, Ini Perbedaannya

Sebagai sebuah kelompok yang cukup terpandang dalam sebuah lapisan masyarakat akibat jenjang pendidikan yang tinggi, mahasiswa diharapkan menjadi calon-calon cendekiawan dan aktor-aktor intelektual yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan, sobat!

Oleh karena itu, terdapat beberapa peran dan tanggung jawab yang melekat pada diri tiap-tiap mahasiswa itu sendiri.

Peran Mahasiswa

Setidaknya terdapat 4 peran utama yang harus dilakoni oleh tiap-tiap orang ketika menyandang status sebagai seorang mahasiswa.

Ke 4 peran itu terbagi menjadi peran moral, peran sosial, peran akademik, dan peran politik.

Lalu, apa sih maksud keempat peran tersebut?

1. Peran Moral

Seorang mahasiswa harus melakukan tindakan-tindakan yang bermoral dan menghindari tindakan-tindakan immoral atau amoral di tengah-tengah masyarakat.

Sebagai contoh, seorang mahasiswa harus senantiasa mengedepankan sikap jujur dalam kehidupan bermasyarakat.

Sikap-sikap kecil seperti jujur yang dilakukan oleh mahasiswa dapat berdampak positif kepada masyarakat, karena posisi mahasiswa yang cukup terpandang dapat membuat masyarakat meniru apa yang dilakukan.

Sebaliknya, apabila mahasiswa melakukan tindakan-tindakan immoral atau amoral, hal itu dapat menimbulkan efek yang cukup besar.

Tidak hanya menjadi contoh yang buruk bagi masyarakat, hal itu juga menunjukkan kehancuran suatu generasi intelektual muda yang direpresentasikan oleh mahasiswa itu sendiri.

2. Peran Sosial

edukasi new normal KKN UMM
Gambar: KKN yang dilakukan oleh Mahasiswa Universitas Mercu Buana

Nah, peran kedua yang harus dimainkan oleh mahasiswa adalah peran sosial, sobat!

Seorang mahasiswa tidak boleh menjadi menara gading. Ia harus membaur dan menyatu dengan masyarakat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan yang berkembang.

Salah satu poin dalam Tri Dharma Perguruan tinggi sendiri adalah pengabdian terhadap masyarakat.

Oleh kampus, hal ini biasanya diwujudkan dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) yang menjadi salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa.

Ketika KKN, tiap kelompok mahasiswa diwajibkan untuk menjalankan program-program kerja yang bermanfaat dan bernilai sosial bagi masyarakat.

Baca: Mengenal & Memahami Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sementara oleh pemerintah, dalam beberapa tahun belakangan telah dilaksanakan program kreativitas mahasiswa (PKM) yang bertujuan untuk mendukung kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengentaskan persoalan masyarakat.

Selain dengan mengikuti program yang dirancang oleh kampus/pemerintah, ada banyak jalur lain bagi mahasiswa untuk memainkan peran sosial.

Hal ini dari mulai mengikuti organisasi-organisasi kampus hingga kegiatan-kegiatan kerelawanan di luar kampus.

Aktivitas yang dapat diikuti pun beragam, dari mulai aktivitas sosial kecil-kecilan seperti penggalangan dana hingga yang lebih besar seperti pengabdian masyarakat.

Semuanya memiliki tujuan yang sama: yaitu berbuat baik dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

3. Peran Akademik

Selain kedua peran di atas, tiap-tiap mahasiswa juga memiliki peran akademik.

Meskipun tidak seluruh mahasiswa berminat untuk menjadi seorang akademisi atau berkarir di bidang akademik, namun tiap mahasiswa tetap memiliki peran akademik.

Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa mahasiswa adalah sekelompok orang yang berkesempatan untuk menikmati jenjang pendidikan tinggi.

Kesempatan yang diperoleh itu harus mampu dimanfaatkan untuk memperoleh ilmu yang sebanyak-banyaknya di bangku kuliah.

Apalagi, pasti tiap mahasiswa memiliki tanggung jawab tersendiri terhadap orang tua dan keluarga.

Seluruh orang tua pasti berharap anaknya menempuh perkuliahan dengan baik dan maksimal agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Mahasiswa juga bertanggungjawab untuk berprestasi di kampus, regional, nasional hingga internasional untuk tetap bisa meningkatkan akreditasi kampusnya.

Selain itu mahasiswa juga dituntut untuk menyelesaikan pendidikannya secara tepat waktu dengan IP yang baik.

Oleh karena itu, jangan pernah kesampingkan peran ini ya, sobat!

Baca: 5 Tips Mendapat IP Tinggi yang Bisa Kamu Pelajari

4. Peran Politik

Peran terakhir ini mungkin yang paling sensitif dan berbahaya, sobat. Peran itu adalah peran politik.

Sebagai pemegang tampuk kepemimpinan bangsa di masa yang akan datang, seorang mahasiswa juga harus turut peduli terhadap kondisi politik dalam negeri.

Berbeda dengan politik praktis, peran politik yang dimainkan oleh mahasiswa harus sepenuhnya dilandaskan oleh dorongan moral dan semangat untuk mengusung aspirasi rakyat.

Predikat kelompok intelektual yang disandang oleh mahasiswa membuat mahasiswa memiliki beragam cara untuk menyampaikan pesan politiknya, dari mulai lobi, audiensi, hingga aksi demonstrasi.

Kapasitas mahasiswa sebagai salah satu kekuatan politik juga tidak boleh diragukan, sobat!

Dalam sejarah bangsa Indonesia sendiri, sudah dua kali terjadi pergantian rezim dan tatanan politik yang dimotori oleh mahasiswa, yaitu pada tahun 1966 dan 1998.

Tanggung Jawab Mahasiswa

Selain berbagai peran di atas, mahasiswa juga memiliki beragam tanggung jawab.

1. Agent of Change

Sumber gambar: pexels.com

Pertama, mahasiswa bertanggung jawab sebagai agent of change atau agen perubahan.

Sebagai agen perubahan, mahasiswa bertanggung jawab untuk menjadi tonggak bagi perubahan dan kebangkitan bangsa ke arah yang lebih baik.

Sepanjang sejarah, telah dua kali terjadi perubahan fundamental dalam kehidupan bangsa yang dimotori oleh mahasiswa, yaitu pada masa perubahan Orde Lama ke Orde Baru di tahun 1966 dan kelahiran Reformasi di tahun 1998.

Berkat kebebasan yang telah kita peroleh pada hari ini, peran mahasiswa sebagai agen perubahan tidak terbatas pada aksi-aksi demonstrasi.

Ada banyak cara untuk menciptakan perubahan di masyarakat, seperti berinovasi menciptakan teknologi baru yang bermanfaat, berwirausaha untuk membuka lapangan pekerjaan, melakukan kampanye sosial, dan lain-lain.

2. Iron Stock

Status sebagai kelompok terpelajar membuat mahasiswa menjadi dilihat spesial oleh lapisan masyarakat lainnya.

Mahasiswa sering dianggap sebagai generasi emas yang akan meneruskan estafet kepemimpinan bangsa dengan lebih baik akibat ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan.

Sebagai iron stock, mahasiswa bertanggung jawab untuk menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

Ia harus mapan secara intelektual maupun emosional. Regenerasi kepemimpinan bangsa sangat bergantung pada kualitas kelompok terpelajar bangsa itu sendiri.

3. Moral Force

Mahasiswa juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi moral force di tengah-tengah masyarakat.

Maksud dari moral force atau pasukan moral disini adalah mahasiswa harus menjadi representasi bagi moral yang baik kepada masyarakat.

Mahasiswa harus menjadi role model di masyarakat dalam berperilaku, berpenampilan, maupun perkataan.

Menjaga masyarakat untuk menjauhi tindakan-tindakan immoral dan amoral termasuk dari tanggung jawab mahasiswa. Oleh karena itu, kamu harus selalu melakukan tindakan-tindakan yang baik ya, sobat!

4. Agent of Social Control

Tanggung jawab mahasiswa yang terakhir (tapi bukan berarti paling tidak penting) adalah social control.

Hal ini terkait erat dengan salah satu tujuan dari pendidikan tinggi itu sendiri, yaitu untuk mengabdi kepada masyarakat.

Mahasiswa harus mau membaur menjadi bagian dari masyarakat dan menjadi pemecah masalah (problem solver) bagi berbagai persoalan di masyarakat.

Selain itu, mahasiswa juga bertanggung jawab untuk menjembatani komunikasi pemerintah dengan masyarakat.

Mahasiswa dapat mensosialisasikan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mungkin bermanfaat namun belum diketahui oleh masyarakat.

Sebaliknya, mahasiswa juga harus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah.

Hal ini dapat dilakukan dengan menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah, atau mengkritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Dengan memainkan peran sebagai agent of social control, diharapkan dapat tercipta stabilitas di masyarakat yang dibarengi dengan pemenuhan kebutuhan dan hak-hak masyarakat itu sendiri.

Nah sobat, itulah sedikit artikel tentang esensi mahasiswa. Semoga artikel ini bermanfaat dan kamu dapat segera melaksanakan peran dan tanggung jawabmu di masyarakat ya, sobat!

Peran dan tanggung jawab ini juga harus kamu imbangi lho, karena semua peran itu penting.

Kamu tidak boleh terlalu fokus di peran akademik dan abai terhadap peran sosial-politikmu karena itu membuatmu menjadi individu yang apatis terhadap kehidupan di sekitar.

Kamu juga tidak boleh hanya memainkan peran sosial-politik dan melupakan peran akademik, karena itu akan mengancam proses perkuliahanmu dan tentu saja mengecewakan orang tua yang kamu sayangi.

Intinya, semua harus diimbangi ya, sobat!

Hidup mahasiswa!