Sebagai mahasiswa, kamu pasti tidak asing dengan dengan istilah deadline, bukan?

Ya, deadline merupakan batas atau tenggat waktu tertentu untuk melakukan sesuatu.

Di perguruan tinggi, mahasiswa diwajibkan untuk mengumpulkan tugas kuliah sebelum tenggat waktu tersebut.

Sebagian mahasiswa mengerjakan tugas kuliah mereka jauh-jauh hari sebelum deadline, sebagian lagi justru memilih menjadi deadliner

Apakah kamu salah satu dari mereka?

Menjadi deadliner memang membutuhkan kemampuan dan keberanian yang lebih untuk menyelesaikan tugas kuliah dalam waktu yang terbatas. 

Meskipun begitu, mengapa banyak mahasiswa memilih mengerjakan tugas di saat mendekati deadline?

Alasan Menjadi Seorang Deadliner

Bagi kamu kaum deadliner, beberapa hal berikut ini mungkin menggambarkan alasan kamu untuk mengerjakan tugas kuliah berdekatan dengan deadline.

Pertama, menjadi deadliner mampu meningkatkan fokus saat mengerjakan tugas.

Mahasiswa mana yang sempat memikirkan hal lain di sela mengerjakan tugas kuliah beberapa jam sebelum deadline?

Jika kamu seorang deadliner, kamu hanya akan menjadikan tugas kuliah sebagai prioritasmu. 

Hal tersebut didukung oleh pendapat Richard Boyatzis dari Harvard Bussiness School. Menurutnya, seorang deadliner tidak akan mempedulikan masalah lain dan akan lebih fokus mengerjakan tugas sebagai tujuan utamanya.

Baca juga: 7 Tips Manajemen Waktu bagi Mahasiswa

Saat bekerja dalam tekanan waktu, tubuh kamu akan bereaksi untuk memacu kecepatan kerja. Tubuh kamu akan mengeluarkan kafein alami dan bahan kimia lain sehingga mampu bekerja dengan lebih cepat.

Hal inilah yang membuat tugas kuliah yang dikerjakan oleh seorang deadliner menjadi lebih cepat diselesaikan.

Jika kamu mengerjakan tugas mendekati deadline, kamu akan menentukan strategi tercepat untuk menyelesaikan tugas tepat waktu. 

dampak dan akibat mengerjakan tugas saat deadline
Sumber gambar: pixabay.com

Akibat Menjadi Seorang Deadliner

Sayangnya, di balik berbagai alasan tersebut, ada juga akibat menjadi seorang deadliner yang kurang baik bagi diri kamu sendiri. 

Apa saja akibat menjadi seorang deadliner? Simak penjelasan berikut!

1. Cenderung Mengutamakan Kecepatan daripada Kualitas

Salah satu hal terpenting dari mengerjakan tugas pada dasarnya adalah hasil yang memuaskan. Hal penting ini justru cenderung tidak menjadi fokus utama dari seorang deadliner.

Sebagai seorang deadliner, kamu mungkin pernah merasa bahwa hasil pekerjaanmu tidaklah maksimal. Meskipun berhasil mengumpulkannya tepat waktu, kamu sebenarnya belum merasa puas dengan tugasmu itu.

2. Fungsi Otak Menurun

Selama mengerjakan tugas di bawah tekanan waktu, kamu akan merasa terburu-buru dan khawatir. Kamu mungkin merasa takut akan dimarahi atau dihukum oleh dosen jika tidak berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu.

Perasaan takut inilah yang mengakibatkan otak menjadi bereaksi. Amigdala yang terletak di sisi temporal otak akan berkembang, sel-sel otak dapat terganggu, dan dapat berpotensi menimbulkan stress.

3. Kreativitas Berkurang

Reaksi otak yang terjadi rupanya juga membawa dampak lain. Ketika mengerjakan tugas di bawah tekanan, sisi frontal otak akan mengalami penyusutan. Padahal, sisi frontal inilah yang mengatur kreativitas, mobilitas, dan memori seseorang.

Jadi, peningkatan kreativitas yang dirasakan olehmu sebagai seorang deadliner pada dasarnya hanya merupakan sebuah delusi semata. 

4. Gangguan Kesehatan

Sebagian besar deadliner rela menghabiskan waktu semalam suntuk demi menyelesaikan tugasnya. Jika kamu merupakan bagian dari mereka, kamu patut berwaspada!

Semua orang tahu bahwa waktu tidur yang kurang sangatlah berbahaya bagi kesehatan tubuh. 

5. Risiko Lainnya 

Tidak semua hal berada di bawah kendalimu. Kamu mungkin sudah mengerjakan tugas semaksimal mungkin. Namun, persoalan tak terduga lainnya bisa saja muncul menjelang deadline, misalnya koneksi yang buruk serta gangguan teknis lainnya.

Risiko ini tentu saja tidak akan kamu temui jika kamu menyelesaikan tugas kuliahmu lebih awal.

Lantas, apakah kamu akan tetap menjadi seorang deadliner atau berusaha meninggalkan kebiasaan itu?

Baca: 7 Tips Manajemen Tugas

dampak menjadi seorang deadliner
Sumber: pexels.com

Pada dasarnya, baik dan buruknya menjadi seorang deadliner bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan.

Hal terpenting adalah kamu sebagai mahasiswa harus mampu memahami kemampuanmu, kompetensimu, serta berbagai risiko yang harus kamu hadapi.

Seorang deadliner tidak bisa dipandang sebelah mata. Deadliner justru memiliki kemampuan lebih dari orang lain untuk mengerjakan sesuatu dengan cepat di bawah tekanan. 

Baca juga: Susah Fokus Belajar di Rumah? Yuk Belajar dengan Teknik Pomodoro!

Di sisi lain, tidak menjadi deadliner juga patut diacungi jempol. Pasalnya, orang-orang seperti ini memiliki kemauan yang kuat untuk mengerjakan tugas ketika para deadliner masih enggan memulainya.


Nah sobat, itulah beberapa akibat menjadi seorang deadliner yang perlu kamu ketahui.

Gimana? Masih ingin bertahan menjadi seorang deadliner atau ingin menjadi orang yang lebih lawful dengan melakukan manajemen waktu, sobat?


*) Artikel ini telah ditulis dengan beberapa sumber referensi yang valid

Penulis Hana Palestri
Mahasiswi Universitas Gadjah Mada