Sebagai mahasiswa, kita itu harus berpikir kritis”

Apa sobat mahasiswa pernah mendengar kalimat serupa yang menggunakan istilah “berpikir kritis” seperti contoh di atas?

Apabila sudah pernah, apakah kalian tau apa itu berpikir kritis? Apa manfaatnya dan bagaimana cara melakukannya, yah?

Menurut Siti Zubaidah, seorang pakar biologi, berpikir kritis dapat dikatakan sebagai sebuah kapasitas untuk menelaah konsep, mengaplikasikan, menggabungkan, dan menilai data yang didapatkan dan dibuat. 

Secara singkat, berpikir kritis dapat pula dimaknai sebagai proses berpikir dengan menimbang berbagai hal agar dapat menghasilkan keputusan yang baik.

Jadi, berpikir kritis bukan berarti berpikir sambil rawat inap di rumah sakit ya, sobat sekalian (becandanya garing hihi).

Kata “kritis” dalam frasa “berpikir kritis” memiliki makna yang berbeda dengan kata “kritis” yang digunakan di rumah sakit.

Manfaat Berpikir Kritis

Adapun beberapa manfaat dari berpikir kritis dapat sobat baca dan simak di bawah ini.

Simak dengan baik yah, sobat!

1. Terhindar dari Hoax

Pernah tidak sobat sekalian mendapatkan pesan singkat yang isinya, 

Selamat, anda mendapat uang sebesar 25 juta rupiah. Cepat klaim hadiah anda di http.dapatuang.blogpspot.net.” 

cara dan manfaat berpikir kritis
Sumber gambar: pixabay.com

Nah, ketika sobat mendapatkan pesan serupa, maka sobat sebaiknya memperhatikan dari mana pesan tersebut berasal, apa isi pesannya, dan mengapa pesan tersebut dikirim?

Dengan pola pikir seperti itu, maka sobat bisa terhindar dari hoax. 

Maka, di sinilah peran berpikir kritis muncul. Sobat sekalian akan mulai untuk mencoba mengidentifikasi dan mengolah informasi lalu menarik sebuah keputusan ataupun simpulan sebagai arah gerak sobat kedepannya.

Pola pikir demikian juga dapat diterapkan pada pesan ataupun informasi lainnya. 

Semisalnya pesan WhatsApp yang rada-rada aneh, seperti bagi-bagi kuota atau uang secara gratis. 

Pesan ini sering kali muncul di grup-grup WhatsApp yang kita miliki. 

Nah, grup WhatsApp keluarga kalian aman nggak dari pesan seperti itu?

Kalau mendapatkan pesan serupa, usahakan untuk menjadi filter informasi bagi keluarga kalian, ya!

Baca juga: 7 Tips dan Cara Mengetahui dan Menghindari HOAX

2. Membuat Keputusan yang Baik

Jika sobat sekalian pernah menghadapi sebuah situasi di mana kalian harus memilih antara 2 pilihan yang sulit, maka sobat sekiranya akan membuat berbagai pertimbangan sebelum memilih. 

Pertimbangan itu dapat berupa sisi positif atau profit yang akan didapatkan jika memilih pilihan tersebut serta apa efek negatif kedepannya.

Dengan berpikir secara kritis, sobat sekalian akan melihat lebih dalam mengenai persoalan yang ada. 

Contohnya, apabila sobat mendapatkan kesempatan untuk magang di 2 tempat berbeda, maka sobat dapat mempertimbangkan beberapa aspek seperti profit, kesesuaian minat, konektivitas jangka panjang (misalnya cita-cita), dan efek sampingnya seperti kurangnya waktu istirahat dan jumlah energi ekstra yang harus dikeluarkan.

Dengan mempertimbangkan hal-hal demikian, sobat dapat membuat keputusan yang terbaik bagi diri sendiri.

3. Tidak Mudah Terbawa Amarah

manfaat berpikir kritis, tidak mudah terbawa amarah
Sumber gambar: pexels.com

Apabila sobat menjadi seorang ketua kelompok dan menugaskan tiap anggota untuk melakukan pekerjaannya masing-masing, terkadang ada saja anggota yang tak dapat mengerjakan tepat waktu alias ngaret

Nah, apa yang sobat rasakan? Biasanya kecewa, kesal disertai amarah, bukan?

Ketika kamu dan anggota lainnya mengerjakan tugas hingga selesai, semuanya jadi kacau karena seseorang tidak menjalankan tugasnya dengan baik. 

Maka di saat seperti inilah, jika sobat sekalian berpikir secara kritis, agar sobat dapatmenahan rasa marah kepada orang tersebut. 

Namun sebaliknya, sobat akan berorientasi pada hasil sehingga lebih fokus pada cara bagaimana menyelesaikan tugas yang belum dikerjakan agar pekerjaan kelompok dapat terus berjalan dengan baik dibandingkan harus mengeluarkan tenaga untuk mengoceh yang tak ada untungnya.

4. Membuat Perencanaan Lebih Matang

Nah, manfaat yang terakhir ialah sobat dapat membuat perencanaan menjadi lebih matang. 

Misalkan, sobat akan melakukan program pengabdian masyarakat di sebuah desa.

berpikir kritis dan manfaatnya
Sumber gambar: pixabay.com

Namun, agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik, sobat sekalian membutuhkan pendekatan khusus. 

Oleh karena itu, sobat akan mulai menyusun rencana dan melakukan riset sebelum masuk ke desa tersebut. 

Kalian akan menggabungkan beberapa hasil riset dan temuan kalian, lalu mencoba untuk menarik sebuah kesimpulan sebagai acuan bagi keputusan kalian untuk menggunakan metode pendekatan mana yang paling tepat. 

Selain itu, sobat dapat membuat plan B alias rencana cadangan agar nantinya ketika rencana pertama tak berjalan dengan baik, sobat masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan program tersebut. 

Baca juga: 5 Hal Ini Membuat Pola Pikir Kamu Lebih Maju

Cara Berpikir Kritis

Itulah tadi beberapa manfaat berpikir kritis. Saat ini, kita berbagi beberapa cara agar kita dapat berpikir kritis.

Nah, di bawah ini ada tiga cara yang dapat kalian coba.

1. Metode Simpel

Dilansir dari laman pendidikan.co.id, terdapat beberapa cara untuk berpikir kritis, cara tersebut di antaranya ialah:

  • Berpikir dengan tenang
  • Mengutamakan logika daripada amarah
  • Memprediksi berbagai probabilitas yang ada
  • Siap terhadap hal yang akan ditemui serta bertanggung jawab atas akibatnya
  • Menarik langkah yang objektif berdasarkan pada fakta

2. Metode 3 Langkah

Metode 3 langkah ini, meskipun kedengaran cukup mudah karena jumlahnya sedikit, sobat sekalian setidaknya memerlukan sekitar 12 macam keahlian untuk menjalankan metode ini. Rinciannya sebagai berikut:

Pertama, identifikasi masalah.

  • Mengenali inti dari permasalahan.
  • Menolok perbedaan dan kesamaan. 
  • Menyeleksi data yang sesuai. 
  • Menyusun/menarik permasalahan.

    Kedua, mengecek data.
  • Memilah fakta, pendapat, dan hasil pikiran.
  • Memeriksa konsistensi. 
  • Mengenali dugaan/anggapan. 
  • Mengidentifikasi probabilitas faktor stereotip. 
  • Mengidentifikasi probabilitas penyimpangan, emosi, propaganda, kesalahan pemaknaan kalimat. 
  • Mengidentifikasi probabilitas perbedaan orientasi nilai dan pemikiran.

    Ketiga, membuat solusi.
  • Memeriksa informasi yang diperlukan serta berapa jumlah minimumnya.
  • Memperkirakan akibat dari keputusan/langkah yang dibuat.

3. Metode Tanya 5W+1H

Jika teknik di atas masih dirasa terlalu umum, sobat sekalian dapat menggunakan metode 5W+1H yang lebih terperinci. 

Metode ini dapat digunakan untuk membongkar seluk beluk informasi yang sobat terima.

Misalnya, sobat mendapatkan informasi melalui pesan singkat bahwa kalian mendapatkan uang sebesar 120 juta rupiah dari salah satu perusahaan ternama secara cuma-cuma. 

Dalam pesan tersebut juga disertakan sebuah tautan yang dapat diakses untuk melakukan klaim terhadap hadiah tersebut. 

Maka, sobat dapat mempertimbangkan validitas informasi itu dengan 6 contoh pertanyaan berikut:

  • Apakah nama pengirim pesan merupakan nama perusahaannya?
  • Kepada siapakah saya bisa mendapatkan validasi pesan ini?
  • Di manakah undian tersebut dilakukan? (bila isi pesan yang masuk menggunakan undian)
  • Mengapa pesan tersebut menyisipkan tautan yang tidak aman? 
  • Sejak kapan perusahaan tersebut membagikan uang secara gratis?
  • Bagaimana bisa saya mendapatkan dana secara cuma-cuma, sedangkan saya tidak mengikuti kegiatan apapun dari perusahaan ini? 

Nah, itulah tadi beberapa manfaat dan cara berpikir kritis. 

Baca juga: 7 Tips Manajemen Waktu untuk Mahasiswa

Apabila sobat sekalian merasa metode di atas masih belum cukup, maka sobat dapat mencoba metode lain untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis kalian. 

Sobat dapat mencari metode tersebut dalam artikel jurnal yang banyak di internet atau video – video cara berpikir kritis di Youtube

Nah, sekian dulu dari penulis. Semoga bermanfaat ya, sobat!

Selama berkuliah!
Ganbatte Minna!


*) Artikel ini telah ditulis berdasarkan beberapa referensi valid melalui situs online terpercaya seperti researchgate.net, pendidikan.co.id, glints.com dan lain sebagainya.

Penulis Syahrul Anami
Mahasiswa Universitas Hasanuddin