Saya harus berlari keliling lapangan sebelum masuk ke dalam kelas. Hal demikian saya lakukan karena tidak mengerjakan tugas matematika dengan baik.

Mendapat nilai standar saja bisa dibilang lumayan. Dapat nilai nol pun sudah tak tau berapa kali saya dapatkan. Namun, hal tersebut tidak mengindikasikan bahwa saya ini tertinggal, saya cuman kurang hebat dalam bidang berhitung.

Jika kalian merasa pernah menjadi orang yang kurang cerdas di kelas, tak masalah. Karena kebiasaan kita men-generalisasi bahwa orang cerdas itu hanya dilihat dari pintar matematika, fisika, kimia dan jago berhitung yang biasanya mengandalkan kecepatan IQ/daya tangkap otak.

Padahal masih banyak jenis kecerdasan manusia lainnya yang bisa diasah dan berpotensi menjadi keunggulan kalian.

Kalian mungkin memiliki kemampuan lainnya yang tak dapat diukur dalam kelas. Bisa saja kalian memiliki beberapa kecerdasan pada bidang lain seperti seni, bahasa, kinetik, dan sebagainya.

Nah, kali ini kita dari tim ruangmahasiswa.com, sudah mengulas 9 jenis kecerdasan manusia, dan kamu bisa memiliki beberapa dari jenis ini.

Apa saja sih jenis kecerdasan tersebut?

Berikut kami jelaskan tentang 9 jenis kecerdasan manusia menurut Howard Gardner. Mari kita simak:

1. Kecerdasan Logis Matematis

Jenis kecerdasan manusia
Sumber gambar: pixabay.com

Kecerdasan yang akan pertama kita bahas ialah Kecerdasan Logis Matematis.

Sesuai dengan namanya, kemampuan ini berhubungan dengan kecakapan seseorang dalam mengolah angka.

Akan tetapi, kemampuan ini tak terbatas pada angka saja, loh. Kecerdasan ini juga meliputi kemampuan dalam mengambil keputusan, berpikir secara rasional dan menarik solusi terhadap sebuah permasalahan.

Ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya senang untuk menebak-nebak, mempunyai keingintahuan yang tinggi, mengerti persoalan sebab-akibat dengan cepat, dan tertarik untuk mengelompokkan benda dengan karakter yang sama.

Selain itu, orang yang memiliki tipe kecerdasan ini mampu berpikir secara induktif maupun deduktif.

Nah, apa sih berpikir secara induktif dan deduktif itu?

Secara sederhana menurut penulis, berpikir secara induktif dan deduktif dapat ditemui dengan contoh sebagai berikut:

Induktif (khusus – umum)      : Gempa bumi termasuk dalam kategori bencana alam

Deduktif (umum – khusus)     : Salah satu contoh dari bencana alam ialah gempa bumi

Apakah sobat memiliki ciri-ciri di atas?

Kalau iya, mungkin kalian cocok untuk mendaftar di jurusan yang berkaitan erat dengan angka, ya. Salah satunya jurusan Matematika.

Baca: Belajar Matematika Gak Ribet dengan Lakukan 5 Hal Ini

2. Kecerdasan Linguistik

Sobat sekalian suka menulis, membaca, membuat quotequote yang menarik, mampu mendalami makna kata, dan berbagai kegiatan lainnya dalam hal bahasa?

Mungkin kalian memiliki tipe Kecerdasan Linguistik.

Kecerdasan Linguistik dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan yang cenderung sensitif terhadap kata-kata, ritme, dan kegunaan bahasa. Ia juga dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengutarakan makna melalui bahasa.

Sebagai contoh, orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya ditemukan pada orang yang memiliki kemampuan berbicara, meringkas, dan dapat menyampaikan argumen dengan baik.

Mereka juga mampu untuk memberikan pengaruh kepada lawan bicaranya dan punya segudang kosa kata.

Kalau kalian memiliki kemampuan seperti ini, kemungkinan sobat bakalan cocok di jurusan bahasa ataupun jurusan yang melibatkan banyak hal mengenai bahasa dan berbicara.

3. Kecerdasan Musikal

jenis kecerdasan manusia selain iq tinggi
Sumber gambar: pixabay.com

Selanjutnya ada jenis kecerdasan musikal. Tipe kecerdasan ini cenderung lebih cocok untuk berkecimpung dalam dunia musik.

Jadi baiknya kalian menimba ilmu dan berkuliah di jurusan – jurusan yang berkaitan dengan musik.

Contohnya seperti Institut Kesenian Jakarta, ISI Yogyakarta, ISI Denpasar dan kampus lainnya.

Kecerdasan Musikal sendiri dapat diartikan sebagai kepekaan ataupun kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mengenali dan mengolah melodi, ritme, nada, dan pola titik nada.

Jika dilihat dalam kehidupan sehari-hari, menurut penulis, contoh orang yang memiliki kemampuan musikal terlihat jelas pada teman-teman kita yang cepat dalam mempelajari alat-alat musik.

Bahkan mereka bisa membuat melodi ataupun susunan nada yang cukup enak didengar. Mereka senang bernyanyi dan mampu untuk mengenali perbedaan macam suara. Misalnya suara kendaraan, hewan, bahkan rekannya sekalipun.

Nah buat kalian yang suka main gitar, dari pada cuman nongkrong lalu bikin risih tetangga, lebih baik kalian masuk di jurusan yang bisa mengembangkan bakat kalian dan menemukan karir profesional kalian di bidang musik, ya sobat!

Baca: 6 Institut Seni Terbaik di Indonesia

4. Kecerdasan Spasial – Visual

“Kak, kalau orang yang kerja sebagai pemahat atau pun arsitek, punya kecerdasan jenis apa ya?”

Okee.., jika berbicara tentang kapabilitas dalam mengolah ataupun membentuk ruang dan visual serta mampu mengenali garis, bentuk, warna dan sebagainya, maka kemungkinan kecerdasan yang mereka miliki itu masuk dalam kategori Kecerdasan Spasial-Visual.

Sederhananya, kemampuan spasial-visual membolehkan pemiliknya untuk mengamati sebuah objek dari berbagai sisi. Menurut penulis, gambarannya seperti kalian mampu membayangkan bentuk sebuah kotak susu baik dari luar, dalam, atas, bawah, dan sisi lainnya.

Orang-orang dengan kemampuan seperti ini memiliki ciri khas seperti memiliki kesenangan untuk coret – menyoret, punya imajinasi yang kuat untuk membayangkan sesuatu, sensitif dengan warna, bentuk, dan garis.

Bagi yang memiliki jenis kecerdasan ini cocok berkuliah di bidang seni rupa, desain artistik, arsitektur dan jurusan lainnya yang berkaitan dengan bidang desain dan seni.

5. Kecerdasan Kinestetik

jenis kecerdasan kinestetik
Sumber gambar: pixabay.com

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, kecerdasan tidak terbatas pada hal-hal bersifat akademik dan imajinatif saja, loh.

Kemampuan dalam mengkoordinasikan anggota badan seperti saat bermain bola, menari, dan berbagai kegiatan lainnya juga termasuk dalam tipe kecerdasan. Kemampuan ini disebut Kecerdasan Kinestetik.

Orang-orang yang memiliki kecerdasan kinestetik menyukai tempat di mana ia dapat belajar dari pengalaman. Mereka memiliki kemampuan dalam hal keseimbangan, daya tahan, koordinasi, kelenturan dan kecepatan.

Selain itu, mereka cukup dominan dalam hal fisik, banyak bergerak, dan menyukai kegiatan seperti lari, lompat, panjat dan kegiatan lainnya yang bergantung pada kemampuan fisik.  

Umumnya kecerdasan kinestetik yang mumpuni di miliki para atlet di bidang olahraga.

Menurut penulis, contoh orang yang memiliki kemampuan kinestetik yang sangat baik adalah seperti Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, Taufik Hidayat, Bambang Pamungkas dan atlet-atlet lainnya.

Kalau jago main bola, bulu tangkis, ataupun bela diri, nggak perlu terlalu insecure di dalam kelas ya. Karena kalian juga memiliki kecerdasan yang mumpuni yang tidak semua teman kalian punya.

Baca: 7 Cara Belajar Yang Efektif dan Tidak Membosankan

6. Kecerdasan Intrapersonal

Orang-orang yang sering merenungi diri sendiri, mengenali diri dari segi kemampuan dan keterbatasannya, merupakan orang yang memiliki Kecerdasan Intrapersonal.

Kecerdasan ini dapat diartikan sebagai sebuah kemampuan seseorang dalam menyelami kelebihan dan kekurangannya, serta mampu memanfaatkan kelebihan tersebut dalam menyusun langkah yang ia harus ambil kedepannya.

Orang dengan tipe kecerdasan seperti ini biasanya menjunjung etika, nilai dan moral yang berlaku.

Singkatnya, kecerdasan intrapersonal dapat ditandai dengan kecenderungan seseorang untuk mengerti dan mengintrospeksi diri sendiri. Ya…mungkin bisa dibilang “sadar diri” gitu.

Karena itu, mereka mampu berkembang dengan cepat sebab memiliki pengetahuan yang baik tentang dirinya. Sehingga mereka dapat membuat rencana untuk mengembangkan kekuatan atau pun menutupi kekurangannya.   

Baca: Cara Mengenali Minat, Bakat, dan Gaya Belajar Kamu

7. Kecerdasan Interpersonal

Kalau kecerdasan intrapersonal berbicara tentang memahami diri sendiri, maka Kecerdasan Interpersonal adalah sebaliknya, ialah kemampuan untuk memahami orang lain.

Kemampuan ini berkaitan dengan sensitivitas seseorang terhadap gestur, mimik, suara bahkan mungkin juga intonasi suara. Orang dengan kecerdasan interpersonal biasanya memiliki kemampuan untuk mengarahkan ataupun menuntun sebuah kelompok.

Para pemilik kecerdasan ini memiliki ciri di antaranya berupa kemampuan dalam memimpin, mempunyai relasi yang cukup banyak, mahir menjadi mediator, dan bisa menerka – nerka perasaan seseorang.

Menurut penulis, orang-orang dengan kemampuan interpersonal yang baik dapat kita temukan dalam kegiatan kita sehari-hari. Misalnya saja sahabat kalian yang mampu menjadi pendengar yang baik, memahami perasaan kalian, serta mampu untuk memberikan saran dan memiliki empati.

Singkatnya, menurut penulis, mereka bisa kita sebut dengan istilah “pendengar yang baik.”

8. Kecerdasan Naturalis

Nah, bagi kalian yang suka dengan suasana alam, tertarik dengan flora dan fauna, bahkan geologi, kalian mungkin tipe orang menonjol pada jenis Kecerdasan Naturalis.

Kecerdasan ini merupakan kemampuan seseorang dalam menyelami alam. Sederhananya, mereka tertarik ataupun memiliki sensitivitas atas alam.

Orang-orang dengan kecerdasan naturalis memiliki kecenderungan untuk menyukai hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Mereka merasa bahagia ketika berada di lokasi yang terbuka.

Misalnya saja gunung, pantai, dan lokasi lainnya.

Ciri-ciri dari orang yang menonjol dalam tipe kecerdasan ini dapat digambarkan sebagai orang yang cinta binatang, memiliki rasa penasaran terhadap flora dan fauna, serta senang “berbicara” atau berinteraksi dengan hewan.

Mungkin bagi kamu yang merasa ada jenis kecerdasan ini, boleh bergabung pada kelompok “pecinta alam” dan memilih jurusan misalnya kehutanan, peternakan atau jurusan lainnya yang dekat dengan interaksi alam.

9. Kecerdasan Eksistensial

Tipe kecerdasan yang terakhir ialah Kecerdasan Eksistensial. Tipe kecerdasan seperti ini biasanya dimiliki oleh para filsuf. Mereka akan mengajukan pertanyaan yang tak jauh dari makna eksistensi.

Kecerdasan eksistensial sendiri dapat diartikan sebagai kapabilitas seseorang dalam menemukan pertanyaan mengenai eksistensi atau keberadaan.

Pertanyaannya dapat ditujukan pada diri sendiri ataupun orang lain.

Misalnya:
“Mengapa seseorang hidup? Apakah tujuan dari hidup? Bagaimanakah hubungannya secara horizontal dengan masyarakat dan vertikal dengan Tuhan? dan berbagai pertanyaan lainnya.”

Orang dengan kecerdasan eksistensial biasanya mengetahui dasar atau inti dari sesuatu. Serta terkadang mengajukan pertanyaan yang terdengar tidak biasa atau tidak pernah kita pikirkan sebelumnya.

Misalnya:
“Ia bertanya tentang eksistensi hantu. Apakah dia ada atau tidak?”

Nah, itulah 9 jenis kecerdasan manusia.

Ternyata setelah membaca artikel ini, ada banyak jenis kecerdasan, kan?

Jadi, kalian hanya perlu mencari di mana kemampuan kalian, lebih menonjol di bidang apa. agar dapat menjadi kemampuan mumpuni kedepannya.

Kira-kira, kecerdasan milik kalian yang mana, ya? Tulis jawabannya di kolom komentar, ya!

Semangat belajar.
Ganbatte Minna!


*Artikel ini telah ditulis berdasarkan beberapa jurnal terpercaya dan situs pendidikan atau kampus

Penulis Syahrul Anami
Mahasiswa Universitas Hasanuddin