Avoidant personality disorder Adalah gangguan dalam kepribadian seseorang di mana penderitanya cenderung selalu menghindari interaksi sosial karena merasa dirinya lebih rendah dari orang lain. Memiliki rasatakut yang besar terhadap penolakan orang lain, dan gangguan kepribadian ini bukan hanya terjadi sementara saja di, tapi cenderung menetap.

Pengidap avoidant personality disorder hampir selalu khawatir mengecewakan orang lain dan takut mendengar kritik tentangnya, sehingga ia cenderung menghindari berbagai aktivitas yang melibatkan orang banyak. Dalam interaksi sosial, mereka memilih untuk menyendiri dan lebih memilih untuk merasa kesepian dibandingkan mencoba berhubungan dengan orang lain.

Apa yang seharusnya dilakukan?

Terapi kejiwaan dan terapi berbicara sangat diperlukan jika gejalanya terlalu serius atau sudah mengganggu hampir setiap aktivitas yang dilakukan olehpengidapnya. Terapi ini bertujuan untuk menumbuhkan adanya kemampuam untukmengenali terhadap kondisinya dan meringankan gejala yang telah dialami selama ini.

Penanganan yang tepat dalam jangka panjang dari avoidant personality disorder dapat meningkatkan kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain, serta dapat pula mencegah timbulnya gangguan kejiwaan sekunder. Isolasi total akibat perkembangan gangguan kepribadian ini pun dapat diatasi.

Penyebab pengunduran diri ini bisa ditelusuri dengan melihat kembali kejadian di masalalu, apa saja yang membuatnya pernah terpul dan membuatnya trauma. Kurangnya percaya diri bisa diakibatkan oleh kejadian-kejadian buruk di masa kecilnya, yang telah membuat ia diacuhkan oleh beberapa orang.

Hasil akhir dari berkurangnya rasa percaya diri atau minderini selalu mengarah pada penghukuman kepada diri sendiri, yang tentunya akan merampas keyakinan, serta kemampuan untuk berpikir rasional.

Menjauhkan diri dari lingkungan adalah pilihan terburuk baginya karena menurutnya, segala sesuatu yang membuat takut dan kejadian buruk di masalalu tidak akan terulang lagi. Baginya, dengan menceburkan diri ke dalam masyarakat, sama saja ia rela untuk dihantam lagi dengan kritikan-kritikan pedas yang dulu ia terima.

Beberapa Hal Yang Mungkin Dialami Pengidap Avoidant Personality Disorder:

1. Terabaikan

Beberapa Hal Yang Mungkin Dialami Pengidap AvoidantPersonality Disorder:

Pertumbuhan yang tanpa disertai kasih sayang dari orang terpenting dalam hidup, membuatnya sukar untuk seperti kebanyakan anak seusianya. Itu dikarenakan, disaat ia membutuhkan dampingan, disaat ia butuh dibimbing dan dimanjakan, justru malah diberi acuhan. Kejadian seperti itu yang bertubi-tubi, jelas memberikan pengaruh jera kepadanya untuk meminta-minta belas kasihan kepada orang lain. Menyendiri dan tertutup adalah pilihan yang membuatnya lebih tenang, tanpa membebankan orang.

2. Kritik yang berlebihan

Oleh sebab itu, sebagai orang tua haruslah memiliki cara mendidik yang baik. Tidak melulu seorang anak harus dikerasi dan dibentak-bentak. Cara yang lembut sebenarnya lebih efisien untuk mengingatkan setiap kesalahan anak. Memang memanjakan terlalu berlebihan pun tidak diperbolehkan karena anak menjadi tidak mandiri dan bergantung terus bahkan kepada orang lain.

Baca juga: Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri

Namun, mengasari anak juga amat-sangat tidak diperbolehkan karena pada usia tersebut, anak masih belum matang mentalnya. Dia menjadi sering ketakutan dan hatinya terpukul dengan omongan-omongan kasar yang diucapkan orang tuanya.

3. Pengaruh dari orang tua dan keluarga

Banyak orang tua yang egois dengan keinginannya sendiri dan malah tidak pedulikan kesenangan sang anak. Setiap anak, selalu mempunyai cita-cita yang berbeda-beda. Seharusnya sebagai orang tua, mampu memotivasi dan menghargai apa yang dipilih oleh anak sebagai acuan menuju cita-citanya. Bukan malah menghalangi dan menutup rapat semua hobi sang anak. Takut dan putus asa akan dialami oleh anak secara terus-menerus.

4. Pencapaian

Keinginan yang tidak pernah tercapai. Ditolak di dalam studinya, dipecat dalam pekerjaannya, dan skill yang tidak pernah dihargai oleh siapa pun bahkan oleh keluarganya sendiri. Berpengaruh besar terhadap keputusasaan yang amat mendalam. Membuatnya sulit untuk bangkit kembali.

5. Penampilan fisik

Penampilan fisik yang kurang cantik atau kurang tampan, apalagi mendapati kecacatan dalam diri seseorang tentu membuatnya berpikirakan banyak orang yang menolaknya bahkan hanya untuk sekedar berteman. Ia akan selalu berkaca dan menghujat dirinya sendiri. Mendoktrin bahwa dirinya memang tidak pantas berada di tengah-tengah masyarakat, apalagi menjadi bagian dari mereka

Mungkin pernah terjadi kejadian yang membuatnya mengurungkan niat untuk berbaur. Seperti dilecehkan bahkan diasingkan saat pertama kali berniat mendekati seorang teman. Tentu ia tidak akan mengulangi perbuatannya dikarenakan malu. Hal tersebut juga dipengaruhi oleh mental yang lemah. Karena kalau orang yang kuat mentalnya mengalami hal serupa, ia akan acuh-acuh saja. Tidak peduli apa kata orang lain.

6. Pengalaman negatif

Orang yang dari awalnya sudah mempunyai kepercayaan diri kurang, akan bertambah surut-nyali untuk bertindak sama lagi. Dirinya belum sanggup menerima segala konsekuensi yang akan dialami dikarenakan luka lama pun masih bersarang lekat di pikiran dan di hati. Ia memilih diam dan menjauh agar terhindar dari pengulangan pengalaman negatif tersebut.

7. Pelecehan dan kekerasan di masa lalu

Masa lalu yang pernah memberi kenangan, justru membuatnya harus mengingat kembali sebuah kejadian yang terus-terus menghantuinya. Kekerasan dan pelecehan seksual bisa dijadikan sebab utama seseorang mengurung diri rapat-rapat bahkan dengan keluarganya

Menjadi homo dan lesbian adalah akibat paling buruk dari pelecehan tersebut jika tidak segera ditangani. Seharusnya ada orang yang mau menasihati, membangkitkan semangatnya, dan membuatnya bangkit dari masa lalu tersebut. Membawanya ke Psikolog juga pilihan bagus dan membantu.

8. Pengangguran

Kebutuhan yang makin menjulang, namun pekerjaan tidak kunjung ditemui. Hanya berdiam diri di rumah tanpa melakukan sesuatu dan terus menghardik diri sendiri karena tidak sanggup melakukan apa-apa yang bisa menghasilkan uang untuk menunjang hidupnya.