Tidak ada hal yang mustahil untuk dicapai, dengan ketekunan dan tetap berusaha maka yakinlah apa pun yang kita inginkan pasti akan tercapai.

Begitu juga sebuah keberhasilan yang dicapai oleh seorang mahasiswa jurusan S1 Sosiologi Universitas  Sumatera Utara angkatan 2013. Dia adalah Bonar Situmorang.

Dia telah meraih IP yang sempurna yaitu 4.0 sebanyak 2 kali yaitu pada semester III dan IV. Bahkan hebatnya lagi, dia tidak pernah meraih IP di bawah 3.5. Melalui wawancara yang dilakukan oleh redaksi, dia menuturkan bahwa IP terendah yang pernah didapat adalah 3.62.

Sungguh hal yang luar biasa ya.

Bonar Situmorang merupakan seorang mahasiswa yang berasal dari keluarga petani yang tinggal di pedesaaan Huta Galung, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Menamatkan SMA dari SMAN 1 Parlilitan pada tahun 2012. Namun, dibalik kesuksesannya menjadi seorang mahasiswa sekarang ini, dia mengaku gagal untuk masuk PTN di tahun pertama sebanyak 3 kali. Namun di tahun 2013, dia kembali mencoba pada tahun 2013 dan berhasil diterima.

Baca juga: Pemulung Ini Ingin Lanjut S3 di Luar Negeri

Nah, sobat mahasiswa jika penasaran dengan sosok sang Bonar maka kami telah melakukan wawancara dengan mengajukan sejumlah pertanyaan.

Dari pertanyaan – pertanyaan tersebut, banyak hal yang luar biasa untuk jadi motivasi kepada sobat mahasiswa sekalian.

Simak selengkapnya di bawah ini:

1. Apa motivasi terbesar Anda untuk meraih IP tinggi?

Jika ditanya dengan motivasi sepertinya tidak ada motivasi khusus untuk meraih IP tinggi. Bagi saya yang terbaik adalah menjalani kesempatan belajar dengan versi dan cara saya sendiri. Dengan tidak membanggakan IP yang bagi sebagian orang tidak terlalu berguna. Namun,  motivasi saya adalah dengan menjalankan proses belajar dengan cara terbaik

2. Apakah Anda pernah mengalami kesulitan selama kuliah?

Semua mahasiswa atau kaum terpelajar pasti pernah mengalami apa yang dimaksud kesulitan dalam menjalani perkuliahan.

Saya pernah mengalami kesulitan dalam perkuliahan. Secara khusus pada waktu semester 2, singkatnya saya harus membagi waktu antara kuliah dan ke rumah sakit. Selama 3 bulan perkuliahan semeseter 2 saya jalani dengan pulang-pergi dari rumah sakit, karena orang tua saya (ayah) dalam keadaan sakit, walaupun pada akhirnya tetap dipanggil Tuhan.

3. Apakah kegagalan terbesar yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Jika ditanya mengenai kegagalan pastinya setiap orang pernah merasakannya. Namun, kegagalan yang paling terekam di memori saya adalah kegagalan dalam mencapai bangku kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, walaupun pada Tuhan mengijinkanya di kesempatan yang ke-4.

4. Apakah hal paling menyedihkan yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Hal yang paling menyedihkan adalah ketika orang tua kita meniggalkan kita untuk selamanya, dan itu sudah saya alami saat semester II.

5. Apakah cita – cita Anda dan apa yang Anda lakukan setelah lulus kuliah?

Jika Tuhan dan keluarga merestui saya akan melanjutkan S2.

Baca: 5 Kunci Kesuksesan Sundar Pichai menjadi CEO Google

6. Seberapa pentingkah Indeks Prestasi itu menurut Anda?

Pasti penting dan saya rasa IP juga merupakan salah satu indikator kesuksesan mahasiswa dalam perkuliahan, tentunya dengan cara yang paling halal. Namun, seberapa penting jawabannya penting untuk mencapai kelulusan. Mustahil rasanya jika seorang mahasiswa lulus tanpa IP. Namun seberapa penting IP itu setelah lulus, saya belum bisa menjawab karena belum ada pengalaman untuk itu.

Itulah jawaban – jawaban yang luar biasa dari seorang Bonar. Jika dilihat dari cara belajar, dia mengaku tidak jauh berbeda dengan cara yang dilakukan oleh banyak orang. Secara singkatnya, tips yang paling ampuh menurutnya adalah membaca.

Dia juga membagikan kata – kata motivasi untuk sobat mahasiswa yaitu “ Vini Vidi Vici” artinya “saya datang, saya lihat dan saya menang”.

Nah, gimana mahasiswa, hebatkan seorang mahasiswa ini. Bahkan  teman – temannya banyak yang menjuluki dia seorang “Sang Profesor” dan dia mengaku prestasi terbesarnya adalah dapat melanjutkan perkuliahan dengan baik, meskipun telah di tinggal pergi oleh sang Ayah.

Baca: 5 Tips agar Semangat Menjalani Kuliah

Cerita di atas membuktikan bahwa semua bisa dicapai dengan ketekunan dan usaha, bahkan semua orang pernah gagal namun yang paling penting bagaimana bisa bangkit dan melangkah lebih jauh lagi dari kegagalan, sehingga yang tercipta adalah kesuksesan yang terasa manis.

Sukses terus untuk Bonar Situmorang, semoga dapat menjadi inspirasi kepada mahasiswa banyak.