Sobat mahasiswa, kali ini kita akan membahas topik seputar yang berkaitan dengan beasiswa, yaitu motivation letter.

Karena pada umumnya, kebanyakan lembaga pemberi beasiswa mencantumkan motivation letter sebagai salah satu syarat seleksi untuk bisa menjadi penerima beasiswa .

Nah mendapat beasiswa merupakan cita – cita pada umumnya mahasiswa semasa kuliah

Maka dari itu perlu bagi kamu scholar hunter untuk mengetahui langkah – langkah untuk mendapat beasiswa, seperti cara menulis motivation letter yang baik

Jenis Lembaga Pemberi Beasiswa

Ngomong-ngomong, apakah Sobat Mahasiswa sudah tahu kalau terdapat beberapa lembaga pemberi beasiswa. Apa sajakah itu?

  • Beasiswa oleh Pemerintah (Government Scholarship)
  • Beasiswa oleh Swasta (Private Scholarship)
  • Beasiswa dari Negara Maju (Donor International Scholarship)
  • Beasiswa oleh Yayasan (Community Organizations Scholarship)
  • Beasiswa dari Universitas (University Scholarship)

Kalau kamu sudah tahu lembaga apa saja sih yang menawarkan beasiswa. Sekarang simak yuk beberapa macam bentuk pembiayaan dari lembaga pemberi beasiswa, yaitu:

  • Beasiswa penuh (fully scholarship)
  • Beasiswa sebagian (partial scholarship)

Lalu, Apa Sih Pentingnya Menulis Motivation Letter

Kalau kamu ingin mendaftar beasiswa, pasti tidak asing dong dengan syarat untuk membuat motivation letter?

Nah, lalu apa sih motivation letter itu? Dalam istilah beasiswa , motivation letter dapat juga disebut sebagai statement of purpose atau letter of purpose

Motivation letter adalah suatu dokumen yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa yang berisi tentang pernyataan ketertarikan beserta alasan-alasan untuk mendapatkan beasiswa yang kamu tuju. 

Motivation letter atau kerap disebut motlet bertujuan untuk meyakinkan lembaga pemberi beasiswa bahwa kamu layak untuk diberi beasiswa.

Nah, faktanya para scholar hunter kerap menyebut bahwa motivation letter sebagai senjata dalam mendaftar beasiswa. 

Hal ini karena motivation letter memiliki peran yang besar untuk meloloskan kamu sebagai kandidat penerima beasiswa.

Lalu, bagaimana sih tips menulis motivation letter? Check this out!

tips menulis motivation letter
Sumber gambar: freepik.com

Tips Menulis Motivation Letter Agar Lolos Beasiswa

Selain perkenalan diri, dalam motivation letter juga berisi mengenai kegiatan apa saja yang telah kamu lakukan (past), sedang kamu lakukan (present), dan apa yang akan kamu lakukan (future). 

Terlihat mudah bukan? Namun terkadang, Sobat Mahasiswa masih susah untuk mulai menulisnya.

Apakah kamu merasakan hal yang sama? masih bingung untuk mulai menulis motivation letter agar dapat lolos beasiswa?

Nah penulis akan berbagi tips sesuai referensi dan pengalaman penulis sendiri juga sehingga menjadi penerima beasiswa kuliah yang cukup bergengsi juga:

Kalau begitu, simak tips menulis motivation letter berikut!

1. Pahami Syarat dan Ketentuan dari Lembaga Pemberi Beasiswa

Sepele, namun ini menjadi langkah awal yang menentukan bagaimana kamu akan mulai menulis motivation letter-mu. 

Sebelum mulai menulis motivation letter perhatikan syarat dan ketentuan serta tujuan lembaga pemberi beasiswa memberikan beasiswa tersebut.

Agar lebih mudah, kamu dapat mempelajari dengan cara melihat contoh motivation letter dari para penerima beasiswa lembaga tersebut. 

Baca juga: 7 Tips dan Tahapan Mendapatkan Beasiswa

2. Membuat Kerangka (Framework) Motivation Letter

Tunjuk diri! Siapa yang masih suka menulis dengan pembahasan yang kesana-kemari? 

Nah, bisa jadi itu karena kamu belum menyusun kerangka (framework) dari apa yang akan kamu tulis. Kerangka, menjadi alat yang sangat membantu Sobat Mahasiswa untuk menulis sebuah motivation letter

Motivation letter yang baik ialah motivation letter yang ditulis dengan runtut dan sistematis.

Kenapa begitu? Karena tim penyeleksi beasiswa akan tertarik untuk membaca motivation letter yang stand out dengan penulisan yang sistematis.

Kalau begitu, apa saja sih kerangka dalam menulis motivation letter?

Pembuka

Menulis kalimat pembuka memang sedikit susah. Namun, kamu dapat menulis beberapa kalimat pembuka yang stand out dengan menuliskan kalimat unik yang merangkum dan menunjukkan siapa diri kamu.

Contohnya :

Saya merupakan mahasiswa yang aktif, kreatif, dan solutif. Serta memiliki prinsip bahwa keadaan finansial bukan penghalang untuk terus belajar dan berkembang.

Prinsip tersebut yang membawa saya berani dan siap menerima beasiswa dari lembaga X. 

Isi 

Pada bagian isi, kamu dapat menuliskan dengan kegiatan apa yang telah kamu lakukan, sedang dilakukan, dan akan dilakukan kedepannya apabila menerima beasiswa dari lembaga pemberi beasiswa.

Nah, dibagian ini, kamu juga harus menyesuaikan dengan syarat dan ketentuan penulisan motivation letter dari lembaga pemberi beasiswa tersebut, ya!

Kesimpulan dan penutup

Gunakan kalimat yang membuat tim penyeleksi lembaga pemberi beasiswa terpikat! Bagaimana caranya? Cukup dengan menegaskan ulang apa tujuan kamu mendaftar beasiswa dan kontribusi apa yang akan kamu berikan apabila diterima nanti. 

Baca juga: 7 Tips Mendapatkan Beasiswa LPDP ke Luar Negeri

3. Ceritakan dengan Jelas Motivasi dan Kontribusimu

Setelah memahami kerangka menulis motivation letter, kamu bisa mulai untuk fokus pada menulis (bagian isi) dalam motivation letter.

Di sini, kamu dapat mem-break down penulisan motivasi mendaftar, kegiatan yang kamu lakukan, dan kontribusi kedepannya.

Pada bagian ini kamu dapat menulis secara bebas serta sistematis namun disesuaikan dengan syarat dan ketentuan lembaga pemberi beasiswa.

Tips-nya, kamu dapat menulis penjelasan mengenai kegiatanmu sesuai dengan waktu dilaksanakannya, yaitu:

  • Past > tulis kegiatan yang telah kamu lakukan. 
  • Present > ceritakan kegiatan yang sedang kamu lakukan dan mengapa memilih kegiatan tersebut.
  • Future > kegiatan apa yang kamu lakukan dan hal apa yang akan kamu berikan untuk lingkungan sekitar apabila kamu mendapatkan beasiswa.

4. Jujur dan Be Authentic, ya!

Kamu pasti tau dong, banyak sekali pendaftar beasiswa di Indonesia, apalagi di seluruh dunia? Pastinya tim penyeleksi dihadapkan untuk menyeleksi ratusan motivation letter setiap harinya. 

Sehingga, ada baiknya kalau tidak mengada-ada informasi yang dicantumkan dalam motivation letter-mu.

Pastikan motivation letter yang kamu buat harus unik, khas, dan menggambarkan karaktermu.

Tips-nya, tulislah seakan kamu sedang berbicara langsung pada tim penyeleksi lembaga pemberi beasiswa tersebut.

Oleh karenanya, kamu harus menulis motivation letter-mu dengan jujur dan authentic. Agar tim penyeleksi dapat menilai potensi apa yang kamu miliki.

Baca juga: 14 Beasiswa Populer untuk Kuliah S1

5. Uji Kualitas Motivation Letter

Kalau sudah selesai menulis motivation letter, langsung di kirim saja? Oh, tentu tidak! 

Jangan lupa untuk meminta bantuan pada seseorang yang berpengalaman dalam menulis motivation letter.  Misalnya yang lebih dulu menerima beasiswa dari kamu, atau juga senior yang kamu kenal penerima menerima beasiswa yang sama

Emang manfaatnya apa? Nah, manfaatnya ialah kamu dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan motivation letter-mu sesuai dengan syarat dan ketentuan lembaga pemberi beasiswa.

Tenang, kamu tidak hanya dapat melakukan proofread pada seseorang yang expert saja kok.

Sebagai alternatif, kamu juga dapat meminta bantuan pada teman dekat atau keluargamu untuk membaca dan meninjau motivation letter yang telah kamu buat.


Bagaimana Sobat Mahasiswa? Sudah siap menjadi scholars hunter belum?

By the way, selain harus jujur dan unik penting juga untuk menulis motivation letter dengan singkat, jelas, dan padat!

Karena dalam menulis motivation letter dibatasi hanya menulis 2 – 3 halaman saja, loh! Ingat kalimat ini ya, Sobat Mahasiswa yang mengaku scholars hunter,  “You can do it if you want to do.


*Artikel ini telah ditulis berdasarkan pengalaman penulis dan beberapa referensi valid dari media online terpercaya

Penulis Cahyarani Adi Hanifah
Mahasiswi Penerima Beasiswa Bank Indonesia – Universitas Brawijaya