Apakah kamu salah satu calon mahasiswa tahun ini?Apakah kamu tertarik dengan Jurusan Hukum?

Pengen masuk Hukum tapi masih ragu dengan prospek kerjanya? Atau takut masuk Hukum karena nggak bisa debat? Atau juga masih bingung nantinya di jurusan hukum belajar apa saja?

Eitss tenang, kali ini Ruang Mahasiswa hadir untuk mengatasi kegundahan hatimu agar lebih mantap melangkah sebagai mahasiswa hukum.

Yuk simak, berikut ini 5 keuntungan agar kamu tak perlu ragu untuk memilih Jurusan Hukum:

1. Terdapat banyak pilihan peminatan

Di Jurusan Hukum, ada banyak peminatan yang dapat kamu ambil setelah menempuh beberapa semester.

Umumnya, Jurusan Hukum memiliki 2 peminatan, yakni:

  • Bidang hukum privat dan
  • Bidang hukum publik

Biasanya akan dibagi lagi menurut kebijakan universitas.

Hukum privat mengatur hubungan antara satu orang dengan orang yang lain. Ranah hukum privat dibagi lagi menjadi:

  • hukum perdata, dan
  • hukum dagang

Sedangkan hukum publik mengatur hubungan antara negara dengan perangkat maupun warga negaranya.

Ranah hukum publik dibagi lagi menjadi :

  • hukum pidana
  • hukum tata negara
  • hukum administrasi negara, dan
  • hukum internasional.

Dengan memilih salah satu peminatan, kamu akan mendapatkan pendidikan karier yang profesional bidang yang kamu pilih.

Misalnya, kamu yang mengambil peminatan hukum dagang, akan mendapatkan pendidikan khusus untuk berkarier sebagai corporate lawyer.

Oleh karena itu, melalui peminatan-peminatan yang ada, kamu bisa mempersiapkan kariermu sejak duduk di bangku kuliah. Jadi, nggak perlu galau lagi deh setelah lulus pengen kerja apa!

Baca: 10 Rekomendasi Terbaik Jurusan Kuliah untuk Anak IPS

2. Mendapat skill berpikir kritis

Skill berpikir kritis merupakan salah satu skill yang berharga karena dapat membantu kita untuk mengambil keputusan yang tepat dan melakukan kebijakan – kebijakan yang penting untuk hidup sendiri dan kepada masyrakat

Berpikir kritis atau critical thinking juga merupakan salah satu skill yang paling dibutuhkan saat ini.

Berkuliah di Jurusan Hukum banyak membantu kita dalam berpikir kritis, lho, sobat! Hal ini karena pembelajaran di Jurusan Hukum banyak menggunakan metode diskusi kasus dan penerapan hukum. 

Selain itu, mahasiswa hukum dihimbau untuk banyak membaca literatur guna memperkaya wawasan dan mengasah kemampuan berpikir kritis.

Namun, jika kamu mengira bahwa Ilmu Hukum adalah ilmu hafalan, kamu salah besar. 

Alih-alih menghafal, mahasiswa hukum sebaiknya memahami apa yang dibaca atau dipelajarinya.

Hal ini karena persoalan hukum sifatnya dinamis dan selalu berkembang, sehingga kamu tidak bisa memutuskan perkara hanya berdasarkan hal-hal yang kamu hafal.

Jadi, tidak perlu khawatir akan disuruh menghafal setumpuk buku, ya sobat!

Nah, bagaimana? Sudah terbayang kan betapa berharganya skill yang akan kamu dapatkan dengan berkuliah di Jurusan Hukum?

Skill berpikir kritis ini tak hanya diterapkan di bidang hukum, karena semua bidang kehidupan membutuhkan kemampuan berpikir kritis.

3. Mengasah skill public speaking dan negosiasi

Sumber gambar: www.pexels.com 

Salah satu keunggulan Jurusan Hukum adalah kemampuan public speaking dan negosiasi para mahasiswanya yang patut diacungi jempol.

Kemampuan ini didapatkan karena banyaknya diskusi yang dilakukan di dalam maupun di luar kelas.

Selain itu, banyak perlombaan hukum yang efektif untuk mengasah kemampuan public speaking dan negosiasi. Misalnya, lomba debat, kompetisi contract drafting, peradilan semu, dan sebagainya.

Umumnya, mahasiswa dan dosen Jurusan Hukum selalu berpikiran terbuka dan siap untuk saling memberikan feedback.

Jadi, bagi kamu yang belum memiliki kemampuan public speaking dan skill negosiasi, tak perlu khawatir karena iklim pembelajaran di Jurusan Hukum akan membantumu untuk menguasai skill tersebut!

Baca juga: 7 Fakta dan Mitos Seputar Jurusan Hubungan Internasional

4. Prospek kerja yang luas

Sumber: www.pexels.com

Ini dia poin plus Jurusan Hukum yang patut kamu ketahui agar semakin mantap memilih jurusan ini.

Karena semua bidang kehidupan pasti memerlukan hukum, maka alumni Jurusan Hukum bisa bekerja di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta.

Selain bekerja sebagai hakim, jaksa, pengacara, dan notaris, banyak sarjana hukum yang berkarier di sektor swasta.

Misalnya menjadi corporate lawyer dan legal officer perusahaan. Prospek kerja sebagai corporate lawyer juga terbilang masih sangat menjanjikan, lho!

Seorang corporate lawyer bertugas memeriksa aset dan tanggung jawab perusahaan, membuat dokumen hukum bagi perusahaan, menyusun kontrak kerja sama, dan sebagainya.

Untuk gajinya sendiri memang terkenal fantastis, yakni bisa mencapai 1.5 miliar per tahun! 

Selain itu, lulusan Jurusan Hukum juga bisa berkarier sebagai dosen, penulis, jurnalis, politikus, staf kementerian, hingga diplomat.

Kemampuan public speaking, critical thinking, dan negosiasi yang dimiliki mahasiswa hukum membuat mereka memiliki peluang untuk bekerja di berbagai bidang.

5. Banyak kesempatan mengembangkan diri

Apabila kamu melihat di web universitas, mata kuliah untuk Jurusan Hukum di semester 1 dan 2 masih relatif lebih sedikit dibanding jurusan lain.

Oleh karena itu, mahasiswa hukum semester awal memiliki banyak waktu luang untuk kegiatan pengembangan diri di luar kelas.

Organisasi dan komunitas di Jurusan Hukum juga sangat beragam, mulai dari BEM, organisasi keilmuan, organisasi kepenulisan, komunitas peradilan semu, hingga komunitas yang ruang lingkupnya internasional seperti ALSA (Asian Law Students’ Association).

Nah, kamu bisa bergabung di organisasi dan komunitas ini untuk mengembangkan diri dan relasimu.

Selain itu, karena memiliki banyak waktu luang di semester awal, mahasiswa hukum dapat mempelajari berbagai skill di bidang hukum maupun non hukum.

Misalnya belajar editing, digital marketing, contract drafting, dan sebagainya.

Hal ini tentu bisa membuatmu selangkah lebih maju dibanding mahasiswa lain karena kamu memiliki banyak waktu untuk belajar berbagai skill dan pengembangan diri.

Oleh karena itu, jadikan kesempatan ini sebagai penghapus rasa ragu untuk memilih Jurusan Hukum, ya!

Baca juga: 7 Alasan Jurusan Manajemen Selalu Jadi Favorit

6. Pendidikan Karakter dan Etika yang baik

Karena profesi hukum banyak berhubungan dengan tindak kejahatan, pengambilan keputusan, bahkan kepentingan-kepentingan politik, akibatnya profesi hukum rawan menjadi sarang praktik korupsi, suap, dan sebagainya.

Oleh karena itu, Jurusan Hukum pasti memberikan kurikulum pembelajaran etika profesi bagi mahasiswanya.

Dengan pelajaran etika profesi hukum, diharapkan mahasiswa jurusan hukum dapat menjadi penegak hukum yang adil.

Selain itu, dari pendidikan karakter dan etika ini, kita akan dilatih untuk menjadi pribadi yang tegas, komunikatif, dan pemberani.

Nah, dengan demikian kamu tak perlu ragu untuk memilih Jurusan Hukum karena selain dilatih menjadi orang yang terampil dan cerdas, kamu juga dilatih menjadi orang yang berkarakter mulia.

Itu dia 6 alasan kenapa kamu tak perlu ragu memilih jurusan hukum. Bagaimana? Apakah kamu makin tertarik untuk menjadi mahasiswa hukum?

Baca juga: 5 Perbedaan Jurusan Agribisnis dan Agroteknologi

Baca juga artikel menarik lainnya seputar perkuliahan di website Ruang Mahasiswa, ya! Selain itu kamu juga bisa follow instagram @ruangmahasiswa untuk mendapat info terkini, webinar, dan tips-tips yang bermanfaat!

Tetap semangat meraih mimpi, sobat! Sampai jumpa!

*) Artikel ini telah ditulis dari beberapa sumber referensi

Penulis Ardalena Romantika
Mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada