Apa yang ada di pikiran kamu ketika mendengar nama “dokter atau mahasiswa kedokteran”? Keren? hebat?jenius

Terserah apa yang mau kamu pikirkan tentang hal tersebut. Dokter maupun mahasiswa kedokteran banyak yang menjadi perintis perubahan yang diingat banyak orang.

Ambil contoh perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah kumpulan/organisasi mahasiswa kedokteran dari Stovia yang diketuai oleh dr. Sutomo dengan nama yang biasa kita kenal dengan Boedi Oetomo.

Seorang perintis revolusi Kuba yaitu seorang dokter bernama Che Guevara atau contoh lainnya, seorang dokter muda inspiratif dari Malang yaitu dr. Gamal Albinsaid dan masih banyak lagi tokoh yang terkenal berpengaruh yang juga merupakan seorang dokter.

Seorang mahasiswa kedokteran diharuskan untuk mempersiapkan diri sebaik untuk menjawab seluruh kepentingan pasien.

Baca: Lakukan 5 Hal Ini Ketika Orang Tuamu Memilih Jurusanmu Secara Sepihak

Hal ini dibuktikan dengan tuntutan materi pembelajaran yang sangat padat disertai dengan slogan “long life learning” yang mengharuskan setiap mahasiswa kedokteran maupun yang telah menjadi seorang dokter senantiasa selalu belajar dan update ilmu yang berkembang tentang kedokteran karena perlu kamu ketahui bahwa setiap menit maupun detik ada saja ilmu yang berkembang dalam dunia kedokteran.

Kurikulum

Sistem belajar atau kurikulum yang diterapkan dalam dunia kedokteran adalah Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang berfokus pada pencapaian kompetensi/keahlian/keterampilan tertentu yang diperlukan sebagai standar kualifikasi.

Baca: Selain Gelar dan Masa Depan, 8 Hal Ini Menjadi Alasan Mengapa Kuliah Itu Penting

Metode pembelajaran

memilih jurusan kedokteran

Source: pixabay.com

Sedangkan metode yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) yang digunakan dalam merancang dan mengaplikasikan kurikulum di kedokteran dengan pendekatan SPICES (Student-centered learning, problem based learning, integrative learning, community oriented, elected driven and systematic).

Dalam penerapan pembelajaran terbagi menjadi beberapa yaitu, kelas besar, praktikum, tutorial, clinical skills lab serta dengan evaluasi pembelajaran bersifat ujian blok dan OSCE (Objective Structural Clinical Examination).

Sistem belajar

Sistem belajar yang digunakan adalah sistem blok, di mana materi perkuliahan akan diberikan sesuai dengan topik yang telah ditetapkan dengan periode waktu tertentu contohnya blok Metabolic System yang akan berlangsung selama 2 bulan.

Evaluasi berlangsung ketika suatu blok telah selesai untuk dibahas dan akan dievaluasi kembali di akhir semester tersebut.

Selanjutnya menyangkut dengan praktikum, dalam pembelajaran kedokteran ada beberapa laboratorium yang dipakai dalam pembelajaran seperti laboratorium Anatomi, Fisiologi, Histologi, Biokimia, Parasitologi, Mikrobiologi, Farmakologi, Patologi Anatomi, Patologi Klinik.

Laboratorium tersebut akan kamu masuki sesuai dengan blok pelajaran yang sedang kamu.

Baca: Jurusan dengan Peluang Kerja Terbesar Hingga 2020

Mengetahui tentang clinical skills lab

Selanjutnya adalah clinical skills lab, dimana mahasiswa kedokteran akan diberi pelatihan tentang kemampuan/skill dasar untuk seorang dokter umum yang juga akan disesuaikan dengan blok yang sedang kamu jalani.

Lalu salah satu bagian dari pembelajaran di Fakultas Kedokteran yaitu tutorial, dimana mahasiswa akan membahas berkelompok mengenai permasalahan yang telah ditetapkan sebelumnya dan hal yang paling penting dari tutorial adalah proses brain storming dan prior knowledge yang harus dimiliki sebelum tutorial berlangsung.

Evaluasi

kuliah di kedokteran

Source: pixabay.com

Terakhir adalah evaluasi pembelajaran dalam bentuk ujian, dimana dapat berupa tertulis maupun berbasis komputer (computer based test) yang sudah dilaksanakan dibeberapa universitas dan evaluasi pembelajaran kemampuan praktek kedokteran yang dikenal dengan OSCE (Objective Structural Clinical Examination) yang akan diuji langsung oleh dokter yang sudah mumpuni di bidangnya masign-masing.

Diluar semua itu ada juga yang disebut blok pendamping disetiap semesternya yang mencakup mata kuliah agama, kewarganegaraan, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bioetika dan masih banyak lagi.

Semoga dengan penjelasan ini makin membuat kamu tertarik dan termotivasi untuk menjadi bagian dari mahasiswa kedokteran serta sejawat dokter yang tersebar diseluruh dunia.

Penulis : M. Nuh Alhudawy
Mahasiswa Universitas Sumatera Utara