7 Manfaat Membaca Buku

manfaat membaca buku

“Jika masa kecil mu kau habiskan dengan membaca, niscaya kepalamu akan bermandikan kata-kata —Joko Pinurbo.

Kalimat di atas mau menegaskan, betapa pentingnya membaca. Dengan membaca secara rutin dan tekun, niscaya kepala kita akan dipenuhi kata-kata, dan pada akhirnya kita bisa mengambil sikap secara bijak berkat ilmu yang ada di kepala kita.

Untuk itu, kali ini penulis ingin berbagi cerita mengenai 7 Manfaat Membaca bagi kita semua. Penulis fokuskan pada membaca buku. Mengapa harus buku? Karena buku lah sumber bacaan yang masih terbilang valid dan terpercaya.

Oiya….baca juga nih: 10 Alasan Mengapa Kita harus Banyak Membaca

OK guys, let’s check this out…..

1. Menambah wawasan

Ada sebuah ungkapan klasik di sekolah yang berkata: dengan membaca buku kita sedang membuka jendela dunia. Pernyataan ini sangat tepat.

Membaca adalah membuka tingkap-tingkap ilmu yang tersusun rapi. Dengan membuka lembar per lembar, memahami kata per kata, kalimat yang satu dengan yang lain, akan membuka cakrawala berpikir kita. Wawasan yang kita dapat pun semakin luas.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir

Bahan bacaan yang kita baca akan mengajak kita berpikir dari satu bahasan ke bahasan lain. Misalnya: kita membaca tentang bagaimana cara membuat design di komputer.

Kita pasti diajak untuk berpikir dan kemudian mencoba mengutak-atik komputer kita bagaimana cara membuat design tersebut.

Contoh lain: kita membaca tentang cara menyampaikan pendapat. Kita pun diajak berpikir bagaimana cara menyampaikan pendapat yang baik dan benar. Pada akhirnya, ini akan meningkatkan kemampuan berpikir kita.

3. Mencipta ruang imajinasi

Selain meningkatkan kemampuan berpikir dengan membaca, kita telah mencipta ruang-ruang imajinasi di sudut-sudut otak kita.

Percaya atau tidak, misalnya ketika membaca novel, kita pasti membayangkan diri kita seperti ikut berada di dalamnya. Mungkin diantara kita semua pernah membaca novel Pramoedya Ananta Toer berjudul “Bumi Manusia”.

Novel ini adalah gambaran bagaimana kehidupan keluarga yang kental dengan identitas kedaerahannya pada masa penjajahan Belanda.

Novel ini juga menceritakan bagaimana penulis langsung berpaut dengan zaman sehingga bisa mendalami isi buku tersebut. Secara tidak langsung, kita diajak untuk berpetualang di masa itu. Inilah ruang imajinasi tersebut.

4. Meningkatkan daya saing

Tingkat membaca masyarakat Indonesia menurut survei UNESCO tahun 2012 berada pada angka 0.0001 persen.

Baca: Menghidupkan Kembali Budaya Membaca

Diantara seribu orang, hanya ada satu orang yang minat bacanya tinggi. Anda bayangkan itu, betapa rendahnya kualitas membaca kita.

Senada dengan itu, hasil penelitian The World’s Most Literate (WMLN) 2016, Indonesia hanya menempati urutan ke-60 dari 61 yang disurvei terkait dengan tingkat melek literasi bangsa. Data ini kembali menegaskan, literasi bangsa kita masih rendah.

Terkait bahasan ini, saya juga teringat dengan tulisan bang Riduan Situmorang dalam sebuah artikelnya yang membuat bagaimana Inggris bisa maju.

Rupanya, sebagaimana menurut penelitian David Mc Clelland (psikolog Amerika), Ingrris maju karena buku, tepatnya pada muatan cerita buku. Dongeng-dongeng dan bahan bacaan anak menjadi semacam virus yang membuat kualitas SDM Inggris bagus. Ini yang patut di contoh Indonesia untuk meningkatkan daya saing kita. Mulailah membaca buku.

5. Meningkatkan tingkat melek literasi

Dengan membaca, wawasan yang kita dapat luas, kita akan lebih mudah memproteksi hal-hal yang berbau hoax. Dengan kecerdasan literasi, kita dapat memilah dan memilih mana bahan bacaan yang baik dan mana bacaan yang tidak layak. Semua itu bisa kita dapatkan mayoritas dari membaca buku.

6. Meningkatkan kemampuan menulis

belajar-cocok-sambil-mendengar-musik

Bagi sebagian orang (tidak semua), kemampuan membaca yang tinggi akan membentuk kualitas kepenulisan yang baik pula.

Bagi saya pribadi, dengan banyaknya bahan bacaan buku yang kita baca, akan berkorelasi dengan kemampuan menulis kita.

Idealnya membaca dan menulis ini ibarat dua sisi koin, berbeda namun tidak dapat dipisahkan. Dengan membaca niscaya kemampuan menulis kita pun semakin baik.

7. Peka terhadap kehidupan sosial

Dengan membaca buku, banyak masalah yang kita lihat, alami bahkan rasakan persis seperti yang kita baca. Keadaan inilah yang akan menumbuhkan semangat kepekaan kita terhadap kehidupan sosial.

Baca: 6 Langkah Menjadi Penulis Profesional

Membaca bukan malah menjauhkan kita dari realitas sosial. Dengan membaca, justru kita harus semakin paham dan kemudian membaur dengan permasalaah sosial. Singkatnya, membaca jangan membuat kita menjadi menara gading, yang hanya menjadi pemerhati dari kejauhan. Dengan banyak baca buku, kita dituntut untuk semakin membaur.

Mungkin inilah beberapa manfaat yang didapat dari kebiasaan membaca buku.

Mari kita tingkatkan kemampuan baca buku kita, untuk Indonesia lebih maju. Sebagai penutup, saya teringat dengan pernyataan Hatta yang mengatakan, “saya rela dipenjara asal bersama buku. Bersama buku aku merasa bebas”. Carpe diem en cogito ergo sum.

*Penulis katanya famous

Komentar: