Ketika menjadi mahasiswa maka mindset kita harus sudah berubah karena menjadi mahasiswa adalah yang di harapkan masyarakat sebagai agen perubahan bangsa ini, pilihan akan kita tentukan sendiri mau menjadi mahasiswa seperti apa?

Mahasiswa akademis atau mahasiswa aktivis? mau mencetak sejarah mahasiswa yang baik atau justru menjadi mahasiswa yang tidak pernah melakukan apa – apa?

Sobat, kali ini saya akan menjelaskan apa perbedaan antara mahasiswa akademis Vs mahasiswa aktivis

1. Mahasiswa Akademis

Adalah mahasiswa yang kegiatannya di kampus hanya sebatas kegiatan biasa saja seperti mahasiswa umumnya, yaitu kuliah, belajar, mengerjakan tugas, membuat laporan, praktikum, dan presentasi hanya itu-itu saja, artinya mahasiswa ini hanya disibukkan dengan kegiatan akademik kampus saja, sibuk untuk proses persiapan mengejar karir, kuliah hanya sebatas memenuhi SKS saja.

Semua mahasiswa juga bisa melakukannya, karena semua mahasiswa di negeri ini juga kuliah, semua mahasiswa di negeri ini juga mengerjakan tugas, membuat laporan, praktikum dan lain sebagainya

2. Mahasiswa Aktivis

Mahasiswa aktivis juga mengikuti perkuliahan, mengerjakan tugas, membuat laporan, praktikum dan lain sebagainya. Tetapi di luar kegiatan akademik mereka, para mahasiswa aktivis ini mencoba menembus batas jendela-jendela kelas dan masuk ke dimensi lebih luas, mempunyai kesibukan lain yang membedakan mereka dengan mahasiswa kebanyakan, yang jelas bukan kesibukkan mengejar akademik kampus saja tentunya.

Mereka akan memperjuangkan hal – hal yang yang menurut mereka benar, dan menindak hal – hal yang salah dan tidak sesuai dengan idealisme mereka. Bahkan mereka dengan berani mengambil resiko untuk dalam satu waktu mengorbankan diri, pikiran, waktu bahkan kuliah demi sesuatu yang menurut mereka harus ditegakkan

Maka di sinilah yang menjadikan para mahasiswa aktivis istimewa dan luar biasa. Kesibukan yang para mahasiswa aktivis ini lakukan adalah mereka mengisi waktu luang dengan bergabung dalam lembaga, organisasi atau komunitas yang ada di dalam dan di luar kampus.

Semua ini untuk mengembangkan diri mereka sekaligus mereka juga belajar untuk menjadi mahasiswa yang tidak hanya memikirkna diri sendiri, melainkan belajar untuk peduli, mengabdi, berkontribusi, dan berpartisipasi.

Penjelasan, diatas merupakan perbedaan antara mahasiswa akademis vs mahasiswa aktivis secara singkat.

Lantas apakah aktivis itu? Aktivis adalah mereka yang pada saat di dunia kampus tidak hanya fokus belajar di ruang kelas saja hanya untuk mengejar IPK serta lulus dengan cepat.

Ada beberapa pertanyaan mengenai perbedaan mahasiswa akademis Vs mahasiswa Aktivis

Tidak percaya diri di depan umum. Apa bisa menjadi aktivis?

jenis organisasi kampus

Pertanyaan ini sudah tidak asing lagi didengar oleh kebanyakan mahasiswa, “saya ingin jadi aktivis tapi saya tidak percaya diri” gimana ya? jangan minder dengan kondisimu saat ini, alasan apa yang menjadikan kamu tidak percaya diri? Kita telah diberikan fisik yang lengkap, diberikan kesempatan untuk meraih pendidikan tinggi, dan diberikan kesehatan akal.

Itu semua adalah alasan paling logis bagi kita untuk menjadi manusia yang paling optimis, bukan justru sebaliknya.

Apalagi alasan yang menjadikanmu tidak percaya diri bicara di depan orang banyak? Itu semua bisa diusahakan melalui belajar dan terus berlatih dengan extra.

Baca: 5 Tips Meningkatkan Kepercayaan Diri

Bahkan menjadi mahasiswa aktivis bukan skill berbicara yang paling utama, melainkan keinginan mahasiswa itu untuk memperjuangan nilai – nilai kehidupan yang dianggap benar dan menuntut segala sesuatu yang dianggap salah atau menyimpang agar ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sisanya bisa belajar melalui organisasi yang menaungi mahasiswa untuk bisa berkarya dan beraspirasi

Apakah menjadi mahasiswa aktivis membuat IP rendah?

Banyak yang mengatakan menjadi mahasiswa aktivis membuat IP Rendah. Siapa bilang? Justru sebaliknya, menjadi aktivis adalah usaha kita untuk menggunakan waktu dan memaksimalkan  untuk hal-hal yang positif.

Memang benar saat kita menjadi aktivis waktu kita akan banyak diminta untuk rapat-rapat membahas kegiatan bahkan dalam waktu – waktu tertentu harus beraspirasi, demonstrasi dan turun ke jalan.

Tapi bukan berarti waktu-waktu yang kita gunakan, pengorbanan waktu yang telah kita persembahkan, semua jadi sia-sia. Waktu akan sia-sia jika tidak digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, hanya untuk senang-senang, foya-foya, kongkow nggak jelas dan lain-lain.

Lalu, siapa bilang dengan jadi aktivis bikin IP Rendah, dan mahasiswa akademis IP tinggi? hanya mahasiswa yang tidak mampu mengelola diri dan memanajemen waktunya yang akan berkata demikian.

Baca: Cara Menargetkan IP Kuliah dengan Baik

Ada banyak mahasiswa yang kesibukannya diluar kampus, misalnya mendirikan organisasi, mendirikan startup, membuka usaha, ikut pertukaran pelajar, aktif berkompetisi, ikut pengabdian tapi  mampu mengikuti kuliah dengan baik, mengumpulkan tugas tepat waktu dan bahkan memperoleh IP yang luar biasa bahkan cumlaude, atau bahkan tetap bisa terpilih menjadi wisudawan terbaik.

Semua itu tetap tergantung kepada gimana bijaknya kamu dalam mengelola waktu

Apakah kewajiban mahasiswa hanya kuliah saja?

tips menjadi mahasiswa keren

Sering sekali kita mendengar kalimat tersebut, bahwa tugas kalian sebagai mahasiswa itu belajar, lulus tepat waktu bila perlu 3,5 tahun dengan IPK cumlaude , tidak usah mengurusi hal-hal lain, apalagi jadi aktivis segala. Memang tidak ada yang salah dengan kalimat itu.

Namun apakah hanya itu saja kewajiban yang harus kita lakukan? Jawabannya adalah TIDAK! Memang benar kewajiban kita pada saat kuliah terhadap orangtua adalah fokus kuliah, lulus tepat waktu dengan IPK cumlaude .

Tapi sadarkah kita sebagai mahasiswa, bahwasanya ada kewajiban yang justru jauh lebih besar dan lebih berat dan harus kita tunaikan selama kita menjadi mahasiswa.

Yang paling penting adalah kesiapan kita untuk terjun ke dunia masyarakat, belajar nilai – nilai kehidupan dan juga mempersiapkan diri untuk menjadi Sumber Daya Manusia yang berkualitas karena setelah lulus dari kampus, kita akan menjumpai kampus kehidupan yang sebenarnya.

Baca: Mahasiswa Seharusnya Bukan Hanya untuk Kuliah

Nah, dari penjelasan – penjelasan di atas, pastinya kamu sudah bisa membedakan dengan baik terhadap mahasiswa akademis dan mahasiswa aktivis

Sekarang pilihan ada ditangan masing-masing. Mau jadi mahasiswa akademis saja, ataukah memilih  para pejuang sebagai mahasiswa aktivis, sekarang waktunya TENTUKAN PILIHANMU, jangan sampai menyesal di kemudian hari!