Pastinya tidak asing lagi dong mendengar istilah “jomblo” di kalangan anak-anak muda. Istilah ini memang kadang-kadang membuat kita tidak nyaman dan gelisah dalam pergaulan.

Berada di posisi tersebut, ada 1 hal yang seharusnya tidak boleh kita lakukan yaitu mengeluh. Kenapa harus mengeluh jika kita masih tidak punya pasangan? Bukankah segala sesuatu itu ada hikmahnya?

Maka dari itu, sebagai mahasiswa, kita harus pandai-pandai memanfaatkan situasi ini. Masa-masa jomblo adalah kesempatan baik yang sangat berharga. Banyak pelajaran yang bisa kita dapat saat “menjabat” sebagai jomblo.

Pada tulisan ini, saya akan berbagi kepada kalian tentang manfaat-manfaat menjadi mahasiswa jomblo khususnya mahasiswa D3/S1 (yang merasakan perkuliahan pertama kali). Yuk, simak manfaatnya di bawah ini.

Melatih kemandirian

Manfaatkan Jomblo Sebagai Ajang Melatih KemandirianMenjadi mahasiswa jomblo harus dimanfaatkan sebagai ajang untuk mengembangkan jiwa kemandirian. Sudah sewajarnya jika mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dalam segala hal.

Kita harus bisa menyelesaikan masalah kita sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Misalnya, mempersiapkan perlengkapan kuliah, menyelesaikan tugas kuliah, dan berorganisasi.

Bisa jadi mahasiswa yang tidak jomblo selalu berharap pada pasangannya untuk bantu menyelesaikan tugasnya. Tentu jika dengan alasan yang tidak rasional.

Jadi, kenapa harus berharap pada orang lain jika kita mampu menyelesaikan masalah sendiri? Belajarlah untuk hidup mandiri.

Fokus kuliah

Tugas utama seorang mahasiswa, tak lain dan tak bukan, adalah kuliah. Mahasiswa yang jomblo bisa fokus menjalani perkuliahannya secara konsisten. Misalnya, tidak kadang-kadang masuk kelas, kadang-kadang bolos.

Perkuliahan kita tidak akan terganggu dengan yang namanya cinta. Kita bebas menuntut ilmu setinggi langit.

Baca juga: 8 Tips Mengatasi Ngantuk Saat Proses Perkuliahan

Fokus saat mengerjakan tugas

Selain fokus kuliah, men-jomblo juga bisa membuat kita fokus saat mengerjakan tugas. Kita dapat terhindar dari gangguan seperti harus chatting-an atau kencan dengan pacar di saat harus menyelesaikan tugas kuliah.

Gangguan tersebut tentu bisa membuat tugas kita tertunda atau malah tidak selesai pada waktunya.

Fokus mengembangkan softskill

Mahasiswa tidak hanya kuliah saja meskipun tugas utamanya kuliah. Salah satu kegiatan yang produktif untuk mahasiswa adalah berorganisasi.

Dalam berorganisasi, mahasiswa yang belum punya pacar bisa fokus mengembangkan softskill seperti berdiskusi, menyelenggarakan acara, dan melatih kepemimpinan.

Dengan adanya softskill, kita memiliki persiapan yang matang untuk menghadapi jenjang karir ke depannya.

Baca juga: Alasan Kenapa Harus Ikut Organisasi Kampus

Fokus mengembangkan passion

Manfaatkan Jomblo untuk Mengembangkan PassionPassion adalah salah satu hal yang tak terpisahkan dalam diri kita. Menjadi mahasiswa jomblo memberi waktu luang bagi kita untuk mengembangkan sesuatu yang suka dilakukan.

Misalnya, rutin membuat cover lagu, bermain gitar atau biola, menggambar, mendesain, menulis, dan lain-lain.

Baca juga: 5 Kemampuan yang Harus Dimiliki Generasi Millenial di Era Digital

Fokus berkarya

Menjadi mahasiswa adalah momen yang sangat tepat untuk berkarya. Mahasiswa jomblo akan memiliki banyak waktu untuk fokus menyelesaikan karya kita.

Misalnya, membuat perangkat lunak (software), membuat mobil listrik, dan lain-lain. Tentu kita berharap agar karya kita cepat selesai sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Tidak terganggu saat mengerjakan skripsi

Yang terakhir adalah yang menentukan selesainya kuliah S1 kita. Mahasiswa yang jomblo bisa fokus mengerjakan skripsi tanpa harus berurusan dengan percintaan. Dengan begitu, potensi untuk bisa tamat tepat waktu juga besar.


Nah, itulah 7 manfaat yang dapat dirasakan oleh mahasiswa jomblo.

Intinya, sebagai mahasiswa jomblo, kita bisa fokus dalam mengerjakan apa yang seharusnya kita kerjakan. Fokus kita tidak akan terpecah. Waktu kita tidak akan terbuang sia-sia untuk hal-hal yang pada saat ini tidak terlalu penting.

Semoga tulisan saya ini dapat memotivasi mahasiswa-mahasiswa jomblo untuk berhenti mengeluh, mengambil hikmah, dan kembali semangat menjalani perkuliahan.