Dengan telah dibukanya dan diluncurkan jadwal untuk SNMPTN & SBMPTN, maka kami dari Tim Ruang Mahasiswa akan membantu adik – adik untuk berbagai pertanyaan terkait masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2019.
Berikut pertanyaan – pertanyaan umum yang sering ditanyakan seputar SNMPTN, SBMPTN & Bidikmisi 2019:
Silahkan ajukan pertanyaan kamu di kolom komentar, dan kami akan menjawab-nya.
PERTANYAAN SEPUTAR SNMPTN, SBMPTN, DAN BIDIK MISI
1. Apakah jalur SNMPTN mempertimbangkan nilai Ujian Nasional, khususnya jika berkenaan dengan jurusan yang dipilih?
Jawab :
Beberapa dari mahasiswa yang lulus di jurusan yang di UN kan (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) pernah saya tanya tentang nilai UN mereka. Mereka mengaku bahwa nilai ujian nasional mereka rendah.
Bahkan untuk 2019 ini, nilai UN tidak berpengaruh pada SNMPTN, seleksi SNMPTN dilihat dari nilai raport semester 1 – 5 dan prestasi pendukung lainnya yang dibuktikan melalui piagam atau sertifikat.
2. Apa yang perlu dipersiapkan untuk mengurus bidik misi jalur SNMPTN?
Jawab :
Yang perlu dipersiapkan adalah surat – surat, seperti surat keterangan miskin, kartu keluarga, tagihan listrik, tagihan air (kalau ada), dan foto.
Foto – foto, diantaranya pas photo, foto rumah tampak depan dan dalam rumah. Semuanya itu dalam bentuk softcopy.
Data yang diisi harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya ya, untuk menghindari adanya pembatalan dana bidik misi kalau misalnya lulus karena kecurangan data.
Pernah ada mahasiswa yang merekayasa datanya, setelah lulus ia didatangi pihak pemberi bidikmisi, akhirnya beasiswa dibatalkan karena datanya gak sesuai dengan kondisi kehidupannya.
Untuk selengkapnya, boleh dibaca di:
https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/petunjuk/pedoman
3. Apakah kalau sudah lulus jalur SNMPTN masih boleh mengikuti SBMPTN?
Jawab :
Pertanyaannya yang sangat bagus. Dulu banyak calon mahasiswa yang merasa tidak puas lulus di PTN yang dipilih melalui jalur SNMPTN, kemudian mencoba jalur SBMPTN.
Namun mulai tahun ini, sistem SBMPTN tidak menerima calon mahasiswa yang telah lulus jalur SNMPTN. Jadi jangan asal pilih ya sobat untuk menghindari kemungkinan salah jurusan.
4. Mohon pencerahannya tentang sistem berbasis komputer untuk SBMPTN 2019?
Jawab :
Sistem berbasis komputer untuk SBMPTN 2019 dikenal dengan istilah UTBK (Ujian Tulis Berbasi Komputer).
Ini sama seperti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Berbeda dengan SBMPTN tahun sebelumnya, nilai yang diperoleh dalam ujian akan diketahui oleh peserta ujian. Nanti, nilai itu yang akan menjadi modal untuk mendaftar di PTN yang kamu targetkan.
Boleh dibaca juga di 7 Hal Penting tentang Sistem Baru SBMPTN 2019 yang Perlu Kamu Tahu
5. Apa itu passing grade?
Jawab :
Passing grade itu bisa dikatakan sebagai nilai batas minimum untuk jurusan yang dipilih. Misalnya kalau kamu memilih jurusan Matematika Unimed yang passing grade nya 38%, maka minimal kamu harus mendapat nilai passing grade 38% untuk bisa lulus di jurusan tersebut.
Namun passing grade ini hanya sebagai gambaran atua prediksi saja, karena panitia SBMPTN juga belum pernah secara resmi mengeluarkan informasi passing grade
Saran, sebaiknya kamu rajin mengikuti try out SBMPTN yang diselenggarakan oleh organisasi tertentu agar kamu tahu berapa passing grade mu. Jadi, bisa lebih terarah dalam memilih jurusan.
6. Apakah passing grade seseorang memberikan pengaruh dalam SNMPTN?
Jawab:
Tidak. Dalam SNMPTN, yang memberikan pengaruh adalah perolehan nilai rapor.
Passing grade hanya berlaku untuk kamu yang mencoba jalur SBMPTN dan Mandiri. Namun perlu untuk diingat, passing grade akan berubah – ubah sesuai dengan pendaftar di jurusan tersebut. Jadi jangan terlalu berpatokan dari passing grade saja.
7. Berapa pilihan jurusan yang bisa dipilih untuk jalur SBMPTN?
Jawab :
Untuk tahun ini, pilihan jurusan hanya ada 2. Berbeda dengan tahun sebelumnya. Sistem SBMPTN tahun ini memang banyak mengalami perubahan.
Untuk info SBMPTN 2019 selengkapnya bisa kamu baca di:
7 Hal Penting tentang Sistem Baru SBMPTN 2019 yang Perlu Kamu Tahu
8. Berapa soal yang disajikan dalam SBMPTN?
Jawab :
Berdasarkan pengalaman saya dua tahun yang lalu, ujian SBMPTN terdiri dari 2 materi yaitu TPA dan Saintek (Soshum untuk yang memilih jurusan IPS). Soal Saintek terdiri dari 60 soal dan TPA terdiri dari 90 soal.
Total soal ada 150 soal. Untuk tahun ini, belum tahu total soalnya ada berapa. Namun jenis tesnya masih sama, Tes Potensi Skolastik (TPS) dam Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang terdiri dari Saintek (untuk IPA) dan Soshum (untuk IPS).
9. Kalau memilih jurusan seni dan olahraga melalui jalur SBMPTN apakah masih ada Tes Keterampilan?
Jawab :
Untuk tahun ini, tes Keterampilan resmi dihapuskan. Tes Keterampilan digantikan dengan melampirkan portofolio sama seperti pada SNMPTN.
10. Apakah akreditasi sekolah memberikan pengaruh bagi lulus tidaknya peserta ujian dari jalur SBMPTN?
Jawab :
Akreditasi sekolah memberikan pengaruh bagi penilaian dalam SNMPTN. Bagi sekolah yang akreditasinya A, penerimaan mahasiswa melalui jalur SNMPTN akan lebih banyak dibandingkan sekolah yang akreditasinya B atau C, karena dianggap kualitas pendidikannya lebih baik.
- Namun akreditasi sekolah tidak berpengaruh pada SBMPTN. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, SBMPTN dipengaruhi oleh nilai ujian yang diperoleh pada UTBK.
11. Bagaimana cara menghitung passing grade secara manual?
Jawab :
Cara menghitung passing grade secara manual bisa menggunakan rumus ini :
Dengan :
B = jumlah jawaban benar
S = jumlah jawaban salah
JS = jumlah soal
Karena jenis ujian ada 2 yaitu TKA dan TPS, maka hitung terlebih dahulu passing grade TKA (bobot 30%) dan TPS (bobot 70%)
Untuk nilai akhirnya bisa dihitung dengan (30% TKA + 70% TPS)/100
Baca selengkapnya: Cara Mudah Menghitung Passing Grade
Sekali lagi, jika punya pertanyaan lainnya, atau jawaban atas pertanyaan kamu belum ada di artikel ini, silahkan tanyakan di kolom komentar.
Ditulis oleh: Yohana Adriana
Mahasiswa Pendidikan Matematika Unimed 2017
View Comments (170)
Nilai apa sajakah yang diperhatikan dalam jalur SNPTN??
Nilai rapor semester 1- 5 ya, dan silahkan lampirkan sertifikat prestasi jika ada sebagai berkas pendukung.
Maksudnya di lolos sn itu udah diterima di kampusnya kan bukan lolos pdss yg berapa persen itu?
mohon pertanyaannya lebih diperjelas ya, agar kami juga bisa menjawabnya.
Terimakasih
Kalo belum ikut verifikasi dan pdss, apakah boleh mengikuti pendaftaran snmptn?
Tidak bisa ya, harus verifikasi dulu dan nanti ada pemeringkatan siapa - siapa saja yang mempunyai kesempatan mengikuti SNMPTN.
SNMPTN juga hanya bisa diikuti oleh siswa/i kelas XII tahun 2019 ini
Kak maaf kalau pada halaman SNMPTN lupa memverivaskasi Bidikmisi tapi KAP dan PINnya sdah ada sedangkan sudah data sdah di finalisasi kiranya bisa di rubah kembali, ?
Kirnya kalau bisa seperti apa caranya, karena yang bersangkutan layak untuk menerima bantuan Bidikmisi
Data yang mau diubah di mana ya, di laman SNMPTN atau di laman Bidikmisinya?
Halo dik, nama kakak Mickhael Rajagukguk. Disini mungkin sedikit kurang jelas pertanyaanya. Nah tapi kakak mau bakalan jawab sesuai pengalaman kakak.
1. Jika kesalahan data terdapat di akun Belmawa. Kita masih bisa melakukan perubahan lagi.
2. Jika kesalahannya terdapat pada akun SNMPTN nya, itu tidak bisa diubah lagi jika sudah melakukan finalisasi SNMPTN. Beberapa kasus yang dialami teman saya dahulu, mereka lupa mengisi dan memverifikasi di akun SNMPTN bahwasanya yang bersangkutan merupakan peserta Bidik Misi.
Jadi kalau sekiranya kita keterima SNMPTN , tidak bisa menerima bidikmisi meskipun layak kah kak karena lupa memferifikasi.Bagaimana jika kita membutuhkan beasiswa itu untuk mengurangi biaya kuliah dan sedangkan sudah tidak bisa mendaftar SBMPTN lagi. Terimakasih.
nanti kalau sudah diterima di PTN tertentu kamu bisa mengajukan permohonan mendapat bidikmisi lagi. Di beberapa kampus ada pembukaan untuk gelombang II, yaitu mahasiswa/i yang sudah kuliah dijaring lagi siapa yang layak untuk menerima bidikmisi
Kak. Saya jurusan bahasa (dari SMA) , saya SNMPTN ingin masuk ke antropologi UI. Tapi dikolom pemilihan hanya ada fakultas Ilmu budaya nya ..tidak ada pilihan buat soshum yang lain .gimana ya kak?
Kalo antropologi kan jurusan di dalam fakultas Ilmu Sosial dan Politik, coba dicari lagi ya, jangan di cari di fakultas Ilmu Budaya
Kak, kalau misal nya kita udah kuliah tapi ingin coba sbmptn lagu di tahun berikut nya. nah ketika orng itu ikut sbmptn lagi, apa orng itu lngsung di kluar kan dari universitas tersebut atau dia masih terdaftar di universitas itu kak?
Tidak sih, ada juga pernah teman kakak kuliah di universitas yang sama dengan jurusan dan angkatan yang berbeda. Tergantung sanggup menjalani-nya atau tidak, tetapi biasanya kuliahnya gak maksimal
Permisi kk ijin bertanya.
Kk saya juga punya pertanyaan agak mirip nih. Saya juga lulusan snmptn 2019,karena beberapa pertimbangan saya memutuskan untuk keluar di semester awal ini. Nahh rencananya saya mau ikut lagi sbmptn 2020 itu masih bisa ga sih?yang saya denger katanya siswa yang udah lolos snmptn ga boleh lagi ikut sbmptn?
Sebelumnya terimakasih atas jawabannya
Untuk SBMPTN di 2020 bisa untuk kamu yang lulus SMA/sederajat dan maksimal berumur 22 tahun.
Maksudnya itu tahun 2019 yang lalu, kalo udah lolos SNMPTN 2019 tidak bisa ikut SBMPTN 2019, utk 2020 tidak ada masalah
KAK BAGAIMANA JIKA DATA SUDAH DIVERIFIKASI NAMUN LUPA MENGUPLOAD PRESTASI??
Data mana yg sudah diverifikasi? data PDSS atau data SNMPTN?
Apakah SNMPTN tahun 2019 masih menganut aturan sesuai provinsi calon peserta SNMPTN dalam memilih PTN, Contoh jika Calon A tinggal di Jawa Barat maka pilihan PTN nya juga harus ada yg di Jawa barat, apakah ada peraturan seperti itu ? Mohon penjelasannya terimakasih
Halo kak. Mau nanya, saya kan skrg sudah jadi mahasiswa, sudah jalan 3 tahun dan nanti juli akan lulus D3, yang berarti saya sudah lulus SMA 3 tahun yang lalu (2016). Kalau ikut sbmptn taun ini masih bisa (untuk program S1)? Kalau memang gak bisa, apakah ada jalur lain untuk masuk ke ptn?
Ini syaratnya ya:
1. Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 pada tahun 2019 atau peserta didik Paket C tahun 2019.
2. Lulusan SMA/MA/SMK/Sederajat tahun 2017 dan 2018 atau lulusan Paket C tahun 2017 dan 2018
Dan umur maksimal 22 tahun
Nilai dari hasil test dipakai untuk memilih fakultas yang diinginkan, pertanyaan saya apakah sistem seleksinya sama seperti ketika masuk sma di DKI ( PPDB DKI )