Pastinya sudah tidak asing lagi ketika mendengar istilah “apatis” di kalangan mahasiswa. Mungkin beberapa orang masih belum tau apa arti dari apatis. Jika kita melihat KBBI, apatis mempunyai makna acuh tak acuh; tidak peduli; masa bodoh.

Nah, setelah melihat artinya, sudah tau kan ciri-ciri mahasiswa yang apatis? Yang paling gampang ditebak adalah mahasiswa yang kerjaannya setelah kuliah itu pulang alias kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang).

Mahasiswa apatis adalah mahasiswa yang tidak peduli dengan kegiatan-kegiatan kampus. Misalnya, setelah kuliah, yang dilakukan adalah pulang atau bersenang-senang dengan kegiatannya sendiri. Tentu mahasiswa seperti ini tidak bagus dan tidak patut ditiru.

Akan tetapi, sekedar mengetahui apakah mahasiswa itu apatis atau tidak, rasanya tidak cukup. Pernahkah kalian berpikir kok bisa sih seorang mahasiswa jadi apatis? Kita juga perlu mengetahui apa penyebab atau alasannya. Nah, apa-apa saja penyebabnya?

Kerja

Jika kerja membuat mahasiswa menjadi apatis di kampus, apa boleh buat. Dia bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup, menambah penghasilan, dan membantu pengeluaran orang tua.

Setelah kuliah, dia sudah harus pergi menjalankan amanah di tempat kerjanya. Jadi wajar, dia tidak mempunyai waktu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan kampus.

Baca juga: 7 Kerja Part Time Cocok Buat Mahasiswa

Kuper

Mahasiswa yang sering menyendiri alias kuper (kurang pergaulan) bisa membuat dia sulit bersosialisasi dengan orang lain di kampus.

Penyebabnya bisa jadi karena dari dulu orangnya selalu pendiam dan suka menyendiri. Ini membuatnya terasa asing untuk terjun ke dalam lingkungan pergaulan. Jadinya, dia tidak terlalu peduli dengan kegiatan-kegiatan kampus.

Punya kegiatan di luar kampus

Seorang mahasiswa yang apatis bisa saja terlalu sibuk dengan kegiatannya di luar kampus. Misalnya, aktif mengikuti organisasi ekstrakampus, banyak acara keluarga, arisan, dan lain-lain.

Baca juga: Kenali 5 Jenis Organisasi Kampus Ini

Belum adaptasi dengan lingkungan kampus

Ini lebih mengarah ke mahasiswa baru dimana dia belum terbiasa dengan lingkungan kampus. Memang sudah sewajarnya.

Mungkin ketidakpeduliannya hanya untuk beberapa saat. Setelah beradaptasi dengan lingkungan kampus, dia akan kembali aktif mengikuti acara-acara kampus.

Larangan orang tua

Larangan orang tua untuk ikut kegiatan lain di kampus

gulalives.co

Orang tua yang over-protective akan melarang anaknya mengikuti kegiatan lain di luar jam kuliah. Setelah kuliah, harus langsung pulang ke rumah. Jangan berkeliaran lagi.

Mungkin orang tuanya belum siap membiarkan anaknya untuk hidup mandiri karena beberapa faktor yang bersifat privasi.

Memang sifatnya tidak peduli

Penyebab terakhir adalah kembali ke pribadi masing-masing. Mahasiswa yang apatis memiliki kepedulian yang kurang atau tidak ada sama sekali. Mungkin pada masa sekolah, dia sudah dikenal sebagai orang yang tidak mau tau.

Sifat inilah yang akan membuat seorang mahasiswa kekurangan akhlak. Orang ini cenderung mengutamakan ego-nya dan tidak mempedulikan orang lain. Bisa jadi orangnya juga jarang bergaul atau sulit bersosialisasi.


Nah, itulah penyebab-penyebab mengapa seorang mahasiswa bisa menjadi apatis alias tidak peduli dengan kegiatan/acara di kampus.

Apakah kamu termasuk salah satu mahasiswa yang apatis? Jika iya, apa yang menyebabkan kamu menjadi apatis di kampus?

Menjadi mahasiswa yang apatis bisa dikucilkan dari lingkungan kampus. Jika kamu mempunyai alasan yang rasional mengapa kamu apatis, beritahukanlah kepada orang-orang di sekitarmu. Jika alasanmu adalah kerja, seperti yang sudah disebutkan, apa boleh buat.

Maka dari itu, jadilah mahasiswa yang peduli dengan lingkungan dan isu-isu di sekitar kampus. Aktif mengikuti acara-acara kampus. Kalau bisa ikut organisasi sebagai ajang pengembangan diri.

Malu kan kalau di-cap sebagai mahasiswa yang apatis di kampus? Buang jauh-jauh sikap apatis.

Baca juga: Alasan Kenapa Harus Ikut Organisasi Kampus