Halo sobat pelajar Indonesia!

Memasuki tahun 2021, metode pembelajaran e-learning atau jarak jauh sepertinya semakin menjadi pilihan utama dalam institusi-institusi pendidikan.

Melonjaknya penerapan e-learning juga faktor atau akibat pandemi COVID-19 membuat masyarakat menjadi terpaksa hingga semakin terbiasa dengan metode ini.

Meskipun dalam beberapa hal masih belum dapat mengimbangi efektivitas pembelajaran tatap muka, namun metode e-learning terbukti lebih efisien dalam beberapa hal, seperti biaya, waktu, dan tenaga.

Metode e-learning menjadi pilihah utama selagi proses pembelajaran tatap muka atau offline belum bisa diberlakukan.

Tapi kamu tahu tidak, bahwa efisiensi metode e-learning juga sangat bergantung pada LMS-nya lho, sobat!

Nah, mungkin banyak dari teman – teman bertanya apa itu LMS. Atau terdengar seperti singkatan baru.

Jadi sebelum terlalu jauh, ada baiknya kita bahas dulu kepanjangan dan pengertiannya, berikut ini:

Kepanjangan dan Pengertian LMS

LMS yang populer pada hari ini pada dasarnya merupakan singkatan dari Learning Management System.

Jangan salah LMS tidak sama dengan LSM ya… Hehe

LSM sendiri adalah Lembaga Swadaya Masyarakat, sedangkan LMS sendiri seperti yang sudah dijelaskan di atas merupakan singkatan dari kata bahasa Inggris

Singkatnya, LMS ini merupakan sebuah sistem komputer yang dibuat untuk pengelolaan dan pendistribusian materi pelajaran.

Selain sebagai metode pembelajaran e-learning bagi sekolah atau kampus, LMS juga sering digunakan untuk mengelola kursus online, sobat!

Pada umumnya, terdapat berbagai fitur yang disediakan oleh LMS. Beberapa di antaranya sangat vital dalam proses belajar mengajar, seperti fitur absensi dan pengumpulan tugas.

Wah, berdasarkan pengertian di atas tentu kita dapat memahami vitalnya atau pentingnya peran LMS ini selama proses pembelajaran jarak jauh berlangsung ya, sobat!

Dibandingkan dengan jenis e-learning lainnya, seperti Virtual Learning Environment (VLE) dan Learning Content Management System (LCMS), LMS termasuk yang paling sederhana.

Hal ini yang membuat LMS banyak digunakan oleh berbagai produk-produk e-learning di dunia.

LMS yang baik ditandai dengan peforma stabil, tampilan yang user friendly, dan juga tentunya kaya akan fitur-fitur unggulan.

Lalu, apa saja rekomendasi LMS untuk digunakan di tahun 2021 ini? Terutama platform LMS terbaik dan paling sering digunakan di Indonesia

Mari kita ulas satu per satu di bawah ini:

LMS Terbaik untuk E-Learning

1. RuangKelas

LMS terbaik ruangguru ruangkelas
Sumber gambar: blog.ruangguru.com

Sudah pernah dengan platform atau aplikasi ini, sobat?

RuangKelas merupakan salah satu platform yang masuk kategori LMS. Ruangkelas ini juga merupakan aplikasi yang asli produk dari Indonesia, yaitu Ruangguru

LMS ini merupakan produk dari perusahaan RuangGuru dan baru dirilis pada tahun 2020, sobat!

Meskipun memiliki usia yang jauh lebih mudah dibandingkan dengan produk-produk LMS lainnya pada daftar ini, namun RuangKelas telah memiliki berbagai fitur unggulan yang menjadikannya salah satu LMS terbaik di Indonesia.

Melalui LMS ini, guru dapat membuat kelas daring bersama siswa-siswinya. Kelas daring pun bisa dibuat secara manual maupun mengimpor dari Google Classroom.

Selain itu, terdapat pula fitur yang memungkinkan guru untuk menganalisis nilai siswa-siswinya. Guru juga dapat berinteraksi langsung dengan siswa melalui kolom chat maupun video.

RuangKelas memiliki fitur spesial yang tidak dimiliki oleh LMS-LMS lainnya.

Lewat LMS ini, guru dapat mengirimkan materi yang merupakan hasil rancangan guru itu sendiri maupun video dan rangkuman dari RuangGuru.

Tidak hanya itu, dalam memberikan tugas, guru juga dimudahkan dengan tersedianya opsi untuk mengambil puluhan ribu soal Latihan Topik dan Bank Soal dari RuangGuru!

Wah, kapan lagi belajar daring rasa bimbel gratis di RuangGuru? Yuk, cobain aplikasi anak negeri ini sekarang, sobat!

Untuk lebih jelasnya:

Baca: 6 Keunggulan RuangKelas ini Sangat Mudahkan Siswa Belajar Online!

2. Google Classroom

Iya jika mendengar Google, kamu akan terpikir bahwa banyak sekali platform gratis dari Google yang bisa kita gunakan untuk mendukung banyak pekerjaan dan kegiatan kita secara online.

Salah satunya adalah Google Classroom

Kamu mungkin sudah sering mendengar, atau mengeal bahkan menggunakan– LMS yang satu ini kan, sobat?

Yap, LMS ini memang sangat cepat dikenal karena merupakan salah satu produk dari perusahaan teknologi raksasa, Google.

Layanan Google Classroom ini dirilis oleh G Suite for Education dan dapat diakses secara gratis sejak tahun 2014.

Google Classroom tidak hanya populer berkat nama besar Google, namun juga memiliki beberapa keunggulan yang tidak dimiliki oleh kompetitor-kompetitornya, sobat!

Selain fitur-fitur standar LMS seperti pemberian tugas, pemberian materi, penilaian, dan tersedianya fitur komunikasi dua arah, ada beberapa keunggulan prakis lainnya yang dimiliki oleh layanan ini.

Status sebagai layanan yang dikembangkan oleh Google membuat layanan ini dapat terintegrasi dengan layanan-layanan produktif berbasis cloud milik Google lainnya, seperti Google Drive, Docs, Sheets, Slides, Calendar, dan Gmail yang sering kita gunakan sehari – hari

Hal ini tentu dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran daring, baik bagi guru maupun siswa.

Selain itu, terdapat fitur laporan orisinalitas yang memungkinkan guru untuk melakukan cek plagiasi secara langsung terhadap hasil tugas yang dikirimkan oleh siswa.

Layanan ini juga sangat menjaga keamanan data pribadi lho, sobat!

Meskipun dikembangkan oleh Google, namun sebagai bagian dari G Suite for Education, layanan Google Classroom tidak memindai data pengguna dan tidak digunakan untuk tujuan periklanan.

Oleh karena itu, user interface dari Google Classroom juga tidak menampilkan iklan sama sekali bagi para penggunanya.

3. Edmodo

LMS ketiga yang juga tidak kalah populer dari dua LMS sebelumnya adalah Edmodo, sobat!

Dibandingkan dengan RuangKelas dan Google Classroom, Edmodo memiliki usia yang lebih tua. Layanan ini diluncurkan sejak tahun 2008.

Memiliki usia yang lebih tua tidak membuat Edmodo tertinggal dari kompetitor-kompetitornya.

Justru layanan ini terus berinovasi dan memiliki fitur-fitur unggulan yang membedakannya dari layanan serupa lainnya.

Salah satu kelebihan Edmodo yang paling mencolok dari Edmodo adalah tersedianya fitur yang memungkinkan orang tua siswa untuk memantau perkembangan anak-anak mereka secara langsung.

Orang tua siswa dapat melihat perkembangan anak-anak mereka dengan mengakses situs Edmodo dan mengklik tab I’m a parent.

Selanjutnya orang tua siswa dapat melihat perkembangan anak mereka dengan melacak kode induknya.

Selain kepada orang tua, Edmodo juga memiliki fitur lain yang menguntungkan pihak guru atau pengajar, sobat!

Edmodo memiliki fitur yang memungkinkan seorang pengajar untuk terhubung dengan pengajar lainnya dari seluruh dunia. Hal ini membuat proses berbagi gagasan dan teknik mengajar menjadi lebih mudah.

Salah satu hal yang paling menarik, Edmodo memiliki acara tahunan EdmodoCon. Acara tersebut adalah sebuah konferensi yang dihadiri oleh para pengajar-pengajar profesional dari seluruh dunia.

Baca : 8 Aplikasi yang Harus Ada di Smartphone Mahasiswa

4. Schoology

LMS terbaik keempat adalah Schoology. Schoology sendiri hanya lebih muda satu tahun dari Edmodo, karena diluncurkan pada tahun 2009.

Sebagai LMS yang juga sudah cukup lama beroperasi, Schoology tetap berhasil beradaptasi dengan persaingan di industri LMS yang semakin ketat.

Dua fitur menarik yang dimiliki oleh Schoology adalah Extend Class Time dan Analytic.

Melalui fitur Extend Class Time, siswa dapat belajar secara mandiri dan berkelompok.

Berbeda dengan kebanyakan layanan LMS sebelumnya yang lebih banyak memberikan kewenangan penggunaan fitur-fitur kepada guru, Schoology juga memberikannya kepada siswa.

Salah satu fitur menarik yang dapat dimanfaatkan oleh siswa adalah fitur membuat grup sendiri. Siswa dapat dengan bebas membuat grup baru di dalam layanan ini bersama teman-teman kelompoknya.

Selain itu, bagi guru juga tersedia fasilitas Analytic. Sesuai dengan namanya, fasilitas ini memungkinkan guru untuk mengontrol aktivitas siswa selama aktif di layanan itu.

5. Moodle

Sumber gambar: moodle.com

Layanan LMS terbaik di peringkat kelima adalah Moodle.

Layanan ini memiliki usia yang paling tua dibandingkan dengan layanan-layanan sebelumnya, karena sudah diluncurkan sejak tahun 2002.

Sebagai layanan yang sudah cukup tua, Moodle tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai sebuah platform open-source.

Status sebagai layanan open-source ini yang menjadi daya tarik tersendiri Moodle diantara layanan-layanan LMS lain yang memiliki fitur-fitur canggih.

Dengan status open-sourcenya, Moodle memungkinkan penggunanya dengan bebas melakukan kustomisasi terhadap tampilan dan fitur-fitur e-learning sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengguna.

Nah sobat, inilah 5 layanan LMS terbaik yang dapat kamu coba atau kamu tawarkan ke guru atau dosenmu!

Baca : 7 Tips Belajar Online di Masa Pandemi Covid-19

Layanan-layanan di atas juga dapat diakses secara gratis. Kegiatan belajar mengajar daringmu pun akan menjadi lebih efektif karena menggunakan layanan yang memang dirancang untuk e-learning.

Semoga artikel ini bermanfaat untukmu, ya