Guruku yang Mulia, Bagaimana Aku Harus Berterimakasih?

terimakasih guru

Sekarang kami telah menjadi mahasiswa, menggeluti bidang ilmu masing – masing. Ingin menjadi ahli IT, ahli hukum, ahli politik, ahli kimia, ahli fisika, ahli kesehatan dan ahli lainnya. Kami juga ingin menjadi pengusaha, bupati, gubernur, menteri dan bahkan presiden. Bahkan mungkin saja menjadi salah satu orang yang berpengaruh di dunia. Ya, selagi kami menjadi mahasiswa, peluang itu terbuka lebar bagi kami.

Namun, ada 1 hal yang memang harus kami tahu dan harus selalu kami ingat bahwa kami yang sekarang dan mimpi kami di masa depan tidak terlepas dari engkau, bapak/ibu guru.

Kepada orangtua, guru – guru di sekolah, dosen – dosen di kampus, teman – teman yang mau berbagi ilmu dan kepada semua orang yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan arti hidup. Tiada tara kami ucapkan terimakasih kepadamu.

Engkau telah mengajarkan kami arti hidup, engkau telah mengajarkan kami A – Z dan juga a –z, engkau telah mengajarkan kami mengenal angka, engkau telah mengajarkan kami membaca dan berhitung, engkau telah mengajarkan kami logaritma atau juga dalil Phytagoras.

Guruku, engkau juga mengajarkan kami akan dunia baru, semangat hidup, cita – cita tinggi dan mimpi untuk menjadi orang sukses.

Kami telah tahu, bahwa presiden pertama RI adalah Ir. Soekarno, Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, penemu bola lampu adalah Thomas Alva Edison. Itu semua karena berkat engkau guru – guruku.

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, namun guru yang bermutu bisa melahirkan ribuan orang – orang hebat

Kami juga menyadari bahwa peran guru di Indonesia sangat besar, engkau telah menjadikan mimpi – mimpi jutaan orang menjadi kenyataan, Indonesia dapat berkembang itu adalah berkatmu. Sehingga engkau adalah orang yang sangat berperan penting dan tidak bisa digantikan di Indonesia.

Sebutan pahlawan tidak selalu untuk mereka yang telah gugur di medan perang yang berjuang sampai titik darah terakhir melawan penjajah untuk kemerdekaan Indonesia. Namun, engkau guruku juga pantas kami sebut sebagai pahlawan. Pahlawan yang kami lihat setiap harinya, pahlawan tanpa tanda jasa.

Guru adalah sosok yang menentukan masa depan anak bangsa, mereka berjuang dan berkorban untuk negeri ini. Meski tidak pernah bersimbah darah, tetapi guru rela berkorban waktu dan tenaga.

Peluh yang menetes, lelah yang dirasakan, kantuk yang menghampiri akan terbayar lunas jika anak didiknya mengerti dan kelak berhasil mencapai cita – citanya.

Terimakasih bapak/ibu guru atas semua jasa – jasamu, atas semua pengorbananmu. Hanya doa yang bisa kami panjatkan pada saat ini, semoga engkau selalu panjang umur, tabah dan murah hati agar kelak dapat melihat kesuksesan anak – anakmu dan engkau akan selalu berada di dalam sanubari kami.

Tulisan ini dibuat untuk seluruh guru di Indonesia dalam rangka Hari Guru Nasional

Kamu punya cerita yang menarik, yuk bergabung di Redaksi

2 komentar pada “Guruku yang Mulia, Bagaimana Aku Harus Berterimakasih?

  1. Wah,, judul itu mengingat ku saat duduk di bangku SD, sementara sekarang sudah lama menyandang sarjana. Ingat ku untuk mu sosok individu yang tak mungkin lupa, walau aku sudah takpernah jumpa dengan diri mu. Terima kasih guru, mungkin itu belum sepadan dengan apa yang sudah engkau berikan, akan tetapi ucapan itu tulus tanpa untuk mu.
    Luar biasa artikel ini mas dan lama tidak bersilaturrahmi setelah memberi masukan untuk blog mungil saya. Salam suksek mas by Irman Syamsuar

Komentar: