Tips Menjadi Generasi Milenial yang Bermanfaat

generasi milenial yang bermanfaat

Sudahkah kamu mengetahui tentang apa itu generasi milenial? Jika belum tahu, pada artikel sebelumnya, kami telah menulis artikel Penting: Mengetahui Karakter Generasi MilenialSilahkan dibaca.

Kali ini juga, kita akan melanjutkan pembahasan tentang generasi milenial. Yaitu bagaimana menjadi generasi milenial yang bermanfaat, seperti pada penjelasan sebelumnya, generasi milenial cenderung aktif di media sosial dan lain sebagainya.

Namun dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini kebanyakan belum sadar akan kesempatan yang ada.

Biasanya cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar, dan hanya lebih peduli untuk membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme.

Menyadari generasi milenial yang semakin individualitis, idealitis dan memiliki gaya hedonis, maka kali ini Ruang Mahasiswa akan membagikan tips yang dapat kamu terapkan untuk menjadi generasi yang bermanfaat.

Berikut adalah tips-nya, silahkan disimak:

1. Memiliki pola pikir dan wawasan luas

Banyaklah belajar tentang perubahan dan perkembangan yang ada, serta menunjukkan sensitifitas dan kepedulian terhadap perubahan tersebut.

Terbukalah dengan apa yang terjadi di sekeliling kita, mulai dari masalah politik, ekonomi, hingga sosial dan budaya.

Jangan menelan mentah – mentah informasi yang kamu dapatkan. Cobalah untuk berfikir kritis dan berpikir tentang apa yang bisa kamu kontribusikan untuk masyarakat sekitar.

2. Gunakan media sosial dengan bijak

generasi milenial yang bermanfaat
Source: Grid.ID

Jika dilihat sekarang ini, generasi milenial adalah kaum konsumtif, termasuk juga di media sosial.

Di media sosial, perilaku cenderung alay & lebay, serta berbagi konten yang asal – asalan tanpa berfikir terlebih dahulu.

Baca: Jadikan Media Sosial Lebih Berguna untuk 10 Hal Ini

Media soial bisa menjadi pedang bermata dua, tergantung bagaimana kamu menggunakannya. Maka gunakanlah dengan bijak serta hindari penyebaran informasi yang tidak jelas dan tidak berdasarkan fakta.

3. Membantu orang lain dan jadilah bermanfaat

Dengan fasilitas teknologi yang lengkap, sebenarnya membantu orang lain jadi lebih mudah. Media informasi yang lengkap dapat kamu jadikan sebagai alat untuk membantu orang lain.

Misalnya membantu keluarga kurang mampu, orang – orang yang sakit, siswa – siswi kurang mampu, serta sekolah – sekolah yang terbelakang.

Banyak media yang bisa menjadi wadah untuk mengembangkan niat baik kamu. Sekarang adalah pembuktiannya, atau tidak sama sekali.

4. Buat visi yang realitis

Sebagai anak muda, tentukan visi yang ingin anda capai.

Dalam membuat visi, kamu harus SMART, yaitu: Spesific, Measureable, Achieveable, Reasonable, dan  Timephased.

Beberapa elemen itu yang membuat visi kamu bukan hanya omong kosong. Indonesia jelas butuh banyak anak muda yang mempunyai visi yang jelas serta eksekusi yang nyata.

5. Bangun ide

generasi milenial yang bermanfaat
Source: twitter.com

Pada dasarnya, semua manusia dapat berpikir dan menumbuhkan ide. Dengan memiliki visi yang SMART tadi, baiknya kita menciptakan ide yang bermanfaat bagi banyak orang.

Baca: Cinta dengan 5 Aplikasi Karya Anak Bangsa Ini

Ide boleh didiskusikan dengan orang – orang sekitar kamu. Jangan takut ide kamu dicuri, karena tidak ada ide yang original. Serta ingatlah, ide itu murah, yang mahal eksekusinya.

6. Susah cari kerja, buat startup

Banyak generasi milenial sekarang ini memiliki pendidikan tinggi, namun masih pengangguran. Alasannya bermacam – macam, mulai dari pilih – pilih pekerjaan, mencari pekerjaan yang gajinya sesuai keinginan atau tidak suka sistem birokrasi dari calon perusahaannya.

Mari melihat bahwa sekarang ini adalah zaman industri kreatif, cari masalah di sekitar kamu dan selesaikan masalah itu dengan startup.

Jangan mencari uang, namun lebih menjadikan diri bermanfaat kepada orang lain dan dengan sendirinya uang akan menghampiri kamu.

Itulah tips – tips kepada kamu untuk menjadi generasi milenial yang bermanfaat, semoga dapat kamu terapkan di kehidupan sehari – hari.

 

 

Komentar: